Harga pangan strategis kembali merangkak naik pada awal pekan ini, Senin (10/8/2026). Kenaikan yang merata pada seluruh jenis beras dan hampir semua komoditas cabai ini penting dicermati karena kedua kelompok bahan pangan tersebut menjadi penyumbang utama inflasi rumah tangga dan biasanya cepat memengaruhi daya beli masyarakat.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia per pukul 08.50 WIB, seluruh kelompok beras naik tipis secara rata-rata nasional. Beras kualitas bawah naik sekitar 0,34 persen menjadi Rp14.800 per kilogram untuk jenis I dan Rp14.600 per kilogram untuk jenis II. Beras medium ikut naik sekitar 0,3 persen menjadi Rp16.450 dan Rp16.250 per kilogram, sementara beras super naik sekitar 0,28 persen menjadi Rp17.750 dan Rp17.200 per kilogram.

Kenaikan yang lebih tajam justru terjadi pada komoditas cabai. Cabai rawit merah mencatat lonjakan terbesar, naik Rp1.550 atau 2,67 persen sehingga harganya kini rata-rata Rp59.650 per kilogram secara nasional. Cabai merah besar naik 1,73 persen menjadi Rp49.900 per kilogram, cabai merah keriting naik 1 persen menjadi Rp50.400 per kilogram, dan cabai rawit hijau naik lebih terbatas sebesar 0,57 persen menjadi Rp52.600 per kilogram.

Di tengah tren kenaikan tersebut, harga bawang justru bergerak ke arah sebaliknya. Bawang merah ukuran sedang turun 1,49 persen menjadi Rp39.550 per kilogram, sedangkan bawang putih ukuran sedang turun 1,32 persen menjadi Rp41.050 per kilogram. Pergerakan harga yang beragam ini menegaskan bahwa pasokan komoditas hortikultura masih menjadi faktor penentu utama fluktuasi harga pangan dalam negeri.