Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan tiga langkah yang disiapkan pemerintah untuk memperkuat pengawasan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Pusat DJBC, Jakarta, menyusul sorotan publik terhadap kinerja pengawasan lembaga tersebut. Suahasil menegaskan bahwa penguatan pengawasan akan memanfaatkan seluruh instrumen yang dimiliki Kemenkeu, mulai dari aparat, teknologi, hingga tata kerja internal.

Langkah pertama adalah penguatan sumber daya manusia. Suahasil menyebut kualitas dan integritas petugas yang berhadapan langsung dengan aktivitas kepabeanan dan cukai sebagai fondasi pengawasan yang efektif. Ia meminta aparat di lapangan bekerja disiplin, terus mengasah kompetensi, dan menjaga integritas, sembari menegaskan bahwa sistem serta aturan internal juga akan disesuaikan agar mendukung tugas tersebut. Baginya, upaya membersihkan praktik yang menyimpang tidak akan efektif bila dilakukan oleh aparat yang integritasnya sendiri dipertanyakan.

Langkah kedua adalah optimalisasi teknologi. Menurut Suahasil, skala pekerjaan pengawasan yang terus membesar membuat petugas mustahil memeriksa setiap kontainer secara manual satu per satu, sehingga teknologi seperti pemindai X-ray dibutuhkan untuk menyaring kontainer mana yang perlu diperiksa lebih lanjut. Sistem berbasis teknologi ini juga diarahkan untuk mendeteksi kejanggalan pada dokumen impor, misalnya perubahan kode klasifikasi barang (Harmonized System atau HS) maupun jenis barang yang dilaporkan, sebagai tanda peringatan dini bagi petugas.

Langkah ketiga adalah pembenahan proses bisnis pengawasan. Suahasil menekankan bahwa pengawasan yang lebih ketat harus tetap berjalan tanpa menghambat arus keluar masuk barang yang dibutuhkan roda perekonomian, sehingga penataan prosedur kerja menjadi bagian penting dari paket penguatan ini.