Harga Emas Dunia Diproyeksi Tembus US$4.572 per Ons
Pengamat memperkirakan harga emas dunia bergerak US$4.186-US$4.572 per troy ounce pekan depan, tergantung eskalasi geopolitik di Selat Hormuz dan Laut Merah.
16 Agustus 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
Arahnya ke mana
Proyeksi kali ini tidak menyebut skenario mana yang lebih mungkin, karena arah harga emas pekan depan sepenuhnya bergantung pada eskalasi geopolitik yang belum tentu terjadi, khususnya di Selat Hormuz dan Laut Merah. Yang jelas berubah adalah rentang pergerakan yang diperkirakan, dari US$4.186 sebagai batas bawah sampai US$4.572 sebagai batas atas, dibanding harga penutupan terakhir di US$4.375. Pihak yang langsung terdampak adalah pedagang dan pembeli emas fisik di dalam negeri, karena harga emas domestik mengikuti harga dunia sekaligus kurs rupiah, sehingga kalau rupiah melemah bersamaan dengan kenaikan harga dunia, harga emas batangan di dalam negeri bisa naik lebih tajam dari proyeksi global itu sendiri. Yang masih kurang untuk memastikan ke arah mana harga akan bergerak adalah kejelasan situasi di dua jalur pelayaran tersebut, sehingga pergerakan harga pada pembukaan pasar Senin, 17 Agustus, menjadi indikator awal yang perlu dicermati.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas dunia sepekan ke depan bisa bergerak di rentang US$4.186 sampai US$4.572 per troy ounce, tergantung arah pasar dan situasi geopolitik global. Proyeksi ini penting bagi siapa saja yang memegang emas sebagai simpanan atau berencana membeli, karena rentang yang disebutkan cukup lebar dan berarti harga emas masih punya ruang bergerak signifikan dalam waktu singkat.
Menurut Ibrahim, harga emas dunia ditutup di US$4.375 per troy ounce pada perdagangan sebelumnya. Jika tertekan, harga berpotensi turun ke US$4.279 pada perdagangan Senin dan melanjutkan penurunan ke US$4.186 dalam sepekan. Sebaliknya, jika momentum penguatan berlanjut, harga bisa naik ke US$4.479 pada Senin dan menembus US$4.572 dalam sepekan. Kedua level itu, US$4.186 dan US$4.572, menjadi batas bawah dan batas atas yang menurut Ibrahim berpotensi diuji pasar sepanjang pekan depan.
Ibrahim menyebut eskalasi geopolitik sebagai faktor utama yang bisa mendorong harga emas naik lebih tinggi, terutama jika terjadi gangguan di jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz dan Laut Merah. Menurutnya, gangguan pada dua jalur itu biasanya membuat investor mencari aset aman seperti emas, sementara di sisi lain pelemahan nilai tukar rupiah turut berpotensi mengerek harga emas di dalam negeri.
emasharga emas duniageopolitikkomoditas
Foto dari tvOneNews, dipakai sebagai dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Artikel ini rangkuman editorial The Signal dari liputan tvOneNews, bukan salinan langsung. Untuk versi lengkap dan mutakhir, baca artikel aslinya.
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.