Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas dunia sepekan ke depan bisa bergerak di rentang US$4.186 sampai US$4.572 per troy ounce, tergantung arah pasar dan situasi geopolitik global. Proyeksi ini penting bagi siapa saja yang memegang emas sebagai simpanan atau berencana membeli, karena rentang yang disebutkan cukup lebar dan berarti harga emas masih punya ruang bergerak signifikan dalam waktu singkat.

Menurut Ibrahim, harga emas dunia ditutup di US$4.375 per troy ounce pada perdagangan sebelumnya. Jika tertekan, harga berpotensi turun ke US$4.279 pada perdagangan Senin dan melanjutkan penurunan ke US$4.186 dalam sepekan. Sebaliknya, jika momentum penguatan berlanjut, harga bisa naik ke US$4.479 pada Senin dan menembus US$4.572 dalam sepekan. Kedua level itu, US$4.186 dan US$4.572, menjadi batas bawah dan batas atas yang menurut Ibrahim berpotensi diuji pasar sepanjang pekan depan.

Ibrahim menyebut eskalasi geopolitik sebagai faktor utama yang bisa mendorong harga emas naik lebih tinggi, terutama jika terjadi gangguan di jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz dan Laut Merah. Menurutnya, gangguan pada dua jalur itu biasanya membuat investor mencari aset aman seperti emas, sementara di sisi lain pelemahan nilai tukar rupiah turut berpotensi mengerek harga emas di dalam negeri.