Badan Pusat Statistik mencatat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 6,76 persen pada September 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu. IHPB mengukur harga barang di tingkat pedagang besar atau produsen, sebelum sampai ke tangan konsumen, sehingga pergerakannya biasa dibaca sebagai sinyal awal tekanan biaya yang berpotensi merembet ke harga di pasar eceran.

Kenaikan harga tertinggi terjadi pada kelompok Bijih Besi dan Mineral, Listrik, Gas, dan Air, yang naik 14,61 persen dibanding September tahun lalu. Sejumlah komoditas lain yang turut mendorong kenaikan harga tahunan ini antara lain solar industri, elpiji non subsidi, beras biasa, minyak pelumas, dan solar transportasi.

Secara bulanan, IHPB naik 0,62 persen dibanding Agustus 2026, sementara akumulasi kenaikan sejak awal tahun sudah mencapai 5,73 persen. Angka bulanan yang masih positif ini menunjukkan tekanan harga belum mereda meski sudah memasuki kuartal terakhir tahun.

Kelompok bangunan dan konstruksi mencatat kenaikan paling tajam, yakni 9,63 persen dibanding setahun sebelumnya, didorong oleh naiknya harga aspal, besi beton, semen, batu pecahan, dan pasir. Kenaikan ini jauh di atas rata-rata kenaikan IHPB nasional.