Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) melalui surat Direktur Utama Djoko Wiseno tertanggal 30 September 2026 menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, kepada Otoritas Jasa Keuangan dan PT Bursa Efek Indonesia. Penyampaian ini merujuk pada POJK Nomor 14/POJK.04/2022 tentang pelaporan keuangan berkala emiten. Dalam surat terpisah bernomor 430/DU-HIT/IX/2026, perseroan juga menegaskan tidak ada perubahan lebih dari 20 persen pada total aset maupun total liabilitas dibandingkan laporan keuangan tahunan 2025, sesuai syarat Peraturan Bursa Nomor I-E.

Dari sisi kinerja, pendapatan usaha HITS pada semester pertama 2026 naik menjadi US$70,89 juta dari US$67,13 juta pada periode sama tahun lalu. Namun beban pokok pendapatan naik lebih cepat, dari US$51,11 juta menjadi US$59,94 juta, sehingga laba bruto justru turun dari US$16,03 juta menjadi US$10,95 juta. Laba usaha ikut tergerus dari US$8,43 juta menjadi US$6,60 juta, sementara biaya keuangan membengkak dari US$4,03 juta menjadi US$5,35 juta. Akibatnya, laba tahun berjalan perseroan anjlok 63 persen, dari US$5,18 juta menjadi US$1,92 juta, dan bagian yang menjadi hak pemegang saham induk turun 74,5 persen menjadi US$1,16 juta dari US$4,56 juta, membuat laba per saham dasar turun dari US$0,00064 menjadi US$0,00016.

Di sisi aset dan liabilitas, total aset HITS per 30 Juni 2026 tercatat US$337,93 juta, sedikit naik dari US$335,52 juta pada akhir 2025, sementara total liabilitas naik dari US$231,87 juta menjadi US$233,25 juta, terutama karena pinjaman bank jangka panjang bertambah dari US$49,75 juta menjadi US$56,57 juta. Laporan arus kas menunjukkan perseroan menarik pinjaman bank jangka panjang baru senilai US$34,95 juta, namun kas dan deposito berjangka justru menyusut dari US$46,94 juta menjadi US$34,30 juta karena arus kas dari aktivitas operasi hanya US$13,28 juta, kurang dari separuh perolehan periode sama tahun lalu yang sebesar US$27,78 juta. Perseroan juga membelanjakan US$18,64 juta untuk pembelian aset tetap, naik dari US$16,00 juta, sejalan dengan arus kas investasi yang membesar menjadi minus US$22,90 juta dari minus US$14,56 juta.