HSB Investasi, penyedia platform trading forex dan komoditas berjangka yang beroperasi sejak 2018, melaporkan aplikasinya telah diunduh lebih dari 17 juta kali di Google Play Store dan App Store. Capaian ini menempatkan HSB sebagai salah satu aplikasi trading dengan basis pengguna besar di Indonesia, di tengah makin banyaknya platform investasi digital yang menyasar trader ritel.

Lewat aplikasinya, HSB menawarkan akses ke berbagai instrumen dalam satu platform, mulai dari forex, emas, minyak, indeks, hingga saham global. Transaksi bisa dimulai dari ukuran sangat kecil yaitu 0,01 lot, dengan pilihan leverage atau daya ungkit dari 1:200 sampai 1:400, artinya trader bisa membuka posisi ratusan kali lebih besar dari dana yang disetor, sehingga potensi untung maupun rugi ikut membesar sebanding. Perusahaan juga menyediakan fitur setor dan tarik dana yang diproses instan, akun demo untuk latihan, serta asisten AI untuk membantu analisis dan pengambilan keputusan trading.

Direktur Kepatuhan HSB Investasi, Wulan P. Pondaag, menyebut perusahaan beroperasi di bawah pengawasan tiga lembaga sekaligus, yaitu Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI). Status izin dari BAPPEBTI menjadi penanda penting di industri ini, karena banyak platform trading forex dan komoditas ilegal beredar tanpa pengawasan resmi dan kerap merugikan penggunanya.