IATA: Karya Pacific Investama Tambah Saham, Suara 60,35%
Karya Pacific Investama menambah kepemilikan di PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) senilai sekitar Rp230,3 miliar, mengangkat hak suaranya dari 50,50% menjadi 60,35%.
11 Agustus 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
Arahnya ke mana Cenderung positif
Laporan ini condong positif bagi IATA karena pemegang saham utamanya menambah kepemilikan dalam jumlah besar, senilai sekitar Rp230,3 miliar, bukan sekadar transaksi kecil yang bisa diabaikan. Transaksi jual beli saham semacam ini terjadi di pasar sekunder antar pemegang saham, sehingga tidak menambah kas atau mengubah jumlah saham beredar perusahaan, dan karena itu tidak berdampak langsung pada laba per saham. Yang berubah adalah konsentrasi hak suara: dengan kepemilikan naik ke 60,35 persen, Karya Pacific Investama makin leluasa mengendalikan keputusan yang diambil lewat rapat pemegang saham, sehingga pengaruh pemegang saham publik jadi makin kecil. Yang perlu dipantau selanjutnya adalah apakah Karya Pacific Investama masih akan menambah kepemilikannya lewat laporan serupa berikutnya, serta bagaimana IATA menjelaskan dampak konsolidasi kendali ini kepada pemegang saham publik sesuai kewajiban keterbukaan informasi ke bursa.
KARYA PACIFIC INVESTAMA, pemegang saham utama PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), melaporkan penambahan kepemilikan saham ke Otoritas Jasa Keuangan pada 11 Agustus 2026. Berdasarkan laporan tersebut, jumlah saham yang dipegang naik dari 15.794.294.800 lembar menjadi 18.874.964.300 lembar, bertambah 3.080.669.500 lembar atau setara 19,50 persen dari kepemilikan sebelumnya. Penambahan ini sekaligus mengerek hak suara Karya Pacific Investama di IATA dari 50,50 persen menjadi 60,35 persen.
Penambahan saham dilakukan lewat dua transaksi pembelian tidak langsung dengan tujuan investasi. Transaksi pertama sebanyak 1.563.791.500 lembar saham biasa dieksekusi pada 28 Juli 2026 dengan harga Rp60 per saham, sedangkan transaksi kedua sebanyak 1.516.878.000 lembar dilakukan pada 6 Agustus 2026 dengan harga Rp90 per saham. Total nilai kedua transaksi tersebut sekitar Rp230,3 miliar.
Laporan ini disampaikan sesuai kewajiban Peraturan OJK Nomor 4/2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka. Karya Pacific Investama tercatat bukan anggota direksi maupun dewan komisaris IATA, namun kini menguasai lebih dari 60 persen hak suara perusahaan setelah penambahan ini.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
IATAkepemilikan sahampemegang sahamMNC Energy Investments
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.