Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak pelaku usaha ASEAN dan Kanada memanfaatkan perjanjian dagang ICA-CEPA yang sudah rampung diratifikasi oleh kedua negara. Pernyataan itu disampaikan dalam forum dialog Canada-ASEAN Business Council di sela Canada Investment Summit di Toronto, Kanada, Senin (14/9). ICA-CEPA merupakan perjanjian dagang bilateral pertama Kanada dengan negara ASEAN, sekaligus kemitraan ekonomi komprehensif pertama Indonesia dengan kawasan Amerika Utara.
Melalui perjanjian ini, Kanada akan menghapus atau menurunkan tarif pada lebih dari 90 persen pos tarifnya untuk produk asal Indonesia, sementara Indonesia melakukan hal serupa untuk hampir 86 persen pos tarif produk Kanada. Kerja sama yang dibuka mencakup hilirisasi mineral kritis seperti nikel dan bahan baterai, energi bersih dan terbarukan, agri-pangan dan perikanan berkelanjutan, infrastruktur, serta jasa keuangan dan digital.
Kedua negara sudah menyelesaikan proses ratifikasi ICA-CEPA di dalam negeri masing-masing, namun pembahasan kini berlanjut ke pengaturan teknis, termasuk soal rules of origin, yakni ketentuan asal barang yang menentukan produk mana yang berhak mendapat tarif preferensial. Di sela rangkaian acara, Airlangga juga bertemu CEO AtkinsRealis Ian L. Edwards untuk membahas kerja sama energi nuklir, serta CEO Sun Life Kevin D. Strain untuk memperkuat kerja sama di sektor keuangan.
Forum tersebut turut dihadiri Menteri Perdagangan Internasional Kanada Maninder Sidhu, Menteri Keuangan II Brunei Darussalam Amin Liew Abdullah, dan Presiden CABC Wayne Farmer, bersama pelaku usaha dan investor dari kawasan ASEAN dan Kanada.
