Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia membuka perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, dengan kenaikan 13,97 poin atau 0,21 persen ke level 6.535,72. Indeks LQ45, yang berisi 45 saham unggulan, ikut naik 1,99 poin atau 0,31 persen ke 643,06. Penguatan ini penting karena menjadi sinyal pertama redanya tekanan jual yang membayangi pasar saham domestik dalam beberapa hari terakhir.
Sebelum pembukaan hijau ini, investor sempat dibuat waswas oleh kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan dan politik dalam negeri, yang membuat IHSG cenderung tertekan. Meredanya kekhawatiran tersebut pagi ini direspons positif oleh pelaku pasar, meski belum tentu cukup kuat untuk mengubah arah tren dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan IHSG akan bergerak sideways, alias di rentang terbatas, yaitu 6.450 sampai 6.580, hingga penutupan pekan ini. Menurut Ratna, arah pasar turut ditentukan oleh pidato Chairman The Fed Kevin Warsh dalam simposium tahunan Jackson Hole, yang menjadi salah satu acuan investor global dalam membaca arah suku bunga Amerika Serikat.
Di dalam negeri, perhatian investor juga tertuju pada agenda legislasi, termasuk target DPR RI untuk mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset menjadi undang-undang paling lambat 15 Desember 2026. Dengan proyeksi sideways tersebut, penguatan pada sesi pembukaan belum menjamin IHSG akan bertahan di zona hijau sampai penutupan perdagangan.
