PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode enam bulan yang berakhir 30 September 2026, mencakup semester pertama tahun fiskal yang berjalan dari April 2026 hingga Maret 2027. Penjualan neto perusahaan produsen kabel listrik dan konduktor ini naik 36 persen menjadi 160,16 juta dolar AS, dari 117,46 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun laba bruto justru turun dari 10,07 juta dolar AS menjadi 7,01 juta dolar AS karena beban pokok penjualan naik lebih tajam, dari 107,39 juta menjadi 153,15 juta dolar AS. Setelah dikurangi beban usaha dan pajak, laba periode berjalan tercatat 1,87 juta dolar AS, turun 59 persen dari 4,54 juta dolar AS pada semester yang sama tahun lalu, dengan laba per saham dasar turun dari 0,0037 dolar AS menjadi 0,0015 dolar AS.
Dalam surat tersendiri kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia tertanggal 27 Oktober 2026, Corporate Secretary IKBI Anastasia Senja menjelaskan total liabilitas perusahaan naik 55 persen dalam enam bulan, dari 25,34 juta dolar AS pada 31 Maret 2026 menjadi 39,38 juta dolar AS pada 30 September 2026. Penyebab utamanya adalah pinjaman bank jangka pendek baru senilai 6,21 juta dolar AS yang sebelumnya nihil, terdiri dari fasilitas PT Bank SMBC Indonesia senilai 2,5 juta dolar AS berbunga 0,25 persen per tahun ditambah cost of fund, MUFG Bank setara 2,11 juta dolar AS dalam Rupiah berbunga 5,75 sampai 6,54 persen, dan PT Bank Mizuho Indonesia senilai 1,6 juta dolar AS berbunga 4,01 sampai 4,36 persen. Ketiga fasilitas itu diperpanjang lewat addendum pada Agustus 2026 dan berlaku sampai 9 Agustus 2027. Perusahaan menyebut kenaikan pinjaman ini disebabkan oleh peningkatan produksi untuk penjualan domestik. Utang usaha dan utang lain-lain juga naik 73 persen menjadi 25,02 juta dolar AS, yang menurut perusahaan merupakan bagian dari kegiatan normal pembayaran ke pemasok.
Laporan arus kas menunjukkan kegiatan operasi perusahaan menyedot kas neto 9,32 juta dolar AS pada semester ini, berbalik dari periode sebelumnya yang menghasilkan kas neto 3,6 juta dolar AS, sehingga posisi kas dan setara kas menyusut dari 11,08 juta dolar AS pada akhir Maret 2026 menjadi 3,43 juta dolar AS pada akhir September 2026. Perusahaan tetap membagikan dividen kas 2,99 juta dolar AS selama periode ini, naik dari 2,03 juta dolar AS pada periode yang sama tahun lalu, sehingga total ekuitas sedikit menyusut dari 86,2 juta dolar AS menjadi 85,07 juta dolar AS meski mencatat laba. Laporan ditandatangani oleh Direktur Utama Shinya Odajima dan Senior Managing Director Sulim Herman Limbono pada 27 Oktober 2026.
