PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) menyampaikan materi Public Expose Tahunan 2026 yang akan digelar 21 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB di pabrik perseroan, Jalan Gatot Subroto Km 7,8, Pasir Jaya, Jatiuwung, Tangerang. Dalam materi itu, perseroan memaparkan bahwa penjualan neto tahun buku 2025 (periode April 2024 hingga Maret 2025) turun menjadi US$230,50 juta, dari US$262,33 juta pada tahun buku sebelumnya. Meski begitu, laba bruto naik dari US$16,44 juta menjadi US$19,08 juta, laba sebelum pajak naik dari US$7,28 juta menjadi US$10,55 juta, dan laba tahun berjalan naik dari US$5,72 juta menjadi US$8,27 juta. Laba per saham dasar ikut naik dari US$0,0047 menjadi US$0,0068.

Dari sisi neraca per Maret 2025, total aset perseroan tercatat US$111,54 juta, turun dari US$123,75 juta setahun sebelumnya. Yang menonjol adalah penurunan liabilitas jangka pendek dari US$38,36 juta menjadi US$19,83 juta, sehingga total liabilitas turun dari US$44,25 juta menjadi US$25,34 juta. Sebaliknya, total ekuitas naik dari US$79,51 juta menjadi US$86,20 juta. Berdasarkan segmen produk, penjualan kabel listrik turun dari US$174,0 juta menjadi US$132,2 juta, sementara penjualan kabel otomotif, baterai, dan AVSS naik dari US$79,2 juta menjadi US$87,8 juta. Penjualan ekspor turun dari US$192,9 juta menjadi US$168,8 juta dan penjualan domestik turun dari US$69,4 juta menjadi US$61,7 juta.

Materi tersebut juga mencantumkan komposisi pemegang saham, yakni Sumitomo Electric Industries Ltd Jepang menguasai 91,46 persen saham IKBI dan sisanya 8,54 persen dimiliki publik. Susunan direksi dan komisaris periode 2026-2027 juga dipaparkan: Michio Uchino sebagai Komisaris Utama, Hidekazu Ikeda sebagai Komisaris, dan Cahyadi Wijaya sebagai Komisaris Independen, sementara jajaran direksi dipimpin Shinya Odajima sebagai Direktur Utama bersama Sulim Herman Limbono selaku Senior Managing Director, serta Satoshi Nishikawa dan Tadanori Sano sebagai Direktur.

Untuk tahun buku 2026, perseroan memasang target penjualan neto sebesar US$266 juta, dengan strategi fokus pada segmen bernilai tinggi, investasi peralatan produksi kabel, kemitraan dengan distributor, serta lindung nilai atas biaya bahan baku. Perseroan juga menyebut prospek kabel listrik dan jaringan tegangan menengah di Indonesia pada 2026 didorong oleh perluasan jaringan, integrasi energi terbarukan, dan modernisasi infrastruktur.