IMF: Utang Dunia Nyaris Sentuh 100 Persen PDB Global
IMF memperingatkan utang publik dunia hampir menyentuh 100 persen PDB global, melampaui puncak pasca Perang Dunia II, di tengah kenaikan biaya pinjaman negara-negara berutang tinggi.
21 September 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva memperingatkan bahwa utang pemerintah di seluruh dunia kini hampir menyamai seluruh nilai ekonomi global dalam setahun, level yang bahkan melampaui puncak setelah Perang Dunia II. Peringatan itu disampaikan usai pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di Asheville, Amerika Serikat, pada 1 September 2026. Bagi pembaca, ini relevan karena beban utang yang makin berat pada akhirnya membatasi ruang gerak anggaran pemerintah, termasuk kemampuan membiayai subsidi, infrastruktur, atau bantuan sosial saat dibutuhkan.
Georgieva memperkirakan ekonomi dunia masih akan tumbuh sekitar 3 persen pada 2026, namun pertumbuhan itu berlangsung di tengah risiko gangguan pasokan energi dan tekanan utang yang tinggi. Ia menggambarkan pergerakan utang pemerintah seperti anak tangga, melonjak tajam setiap kali terjadi guncangan ekonomi, tapi begitu kondisi membaik penurunannya tidak sebanding, bahkan kerap tidak turun sama sekali. Pola inilah yang membuat rasio utang publik dunia terhadap produk domestik bruto (PDB) global terus merangkak naik dan kini nyaris menyentuh 100 persen.
Data Trading Economics yang dikutip menunjukkan rasio utang terhadap PDB sejumlah negara pada 2025: Jepang sekitar 249 persen, Singapura 171 persen, Italia 137 persen, dan Amerika Serikat 123 persen. Sebagai perbandingan, rasio utang Indonesia jauh lebih rendah, yaitu 41 persen dari PDB.
Georgieva menambahkan bahwa persoalannya tidak berhenti pada besarnya pinjaman, sebab negara yang harus membayar atau memperpanjang utang lama kini menghadapi biaya pinjaman yang lebih mahal. Imbal hasil obligasi di negara maju disebut sudah berada di level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, kondisi yang ikut mendorong naiknya biaya pinjaman di berbagai negara lain.
utang duniaIMFKristalina Georgievaekonomi global
Foto dari tvOneNews, dipakai sebagai dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Artikel ini rangkuman editorial The Signal dari liputan tvOneNews, bukan salinan langsung. Untuk versi lengkap dan mutakhir, baca artikel aslinya.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.