Indonesia resmi mengambil alih keketuaan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) dari Thailand dalam Pertemuan Pejabat Tinggi ke-33 IMT-GT Senior Officials' Meeting di Medan, Sumatera Utara, Selasa (8/9). Pada kesempatan yang sama, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian membuka forum bisnis IMT-GT yang mempertemukan lebih dari 300 pelaku usaha dan investor dari Malaysia, Thailand, India, Jepang, dan Korea Selatan. Forum ini menjadi ajang bagi pelaku usaha di kawasan, termasuk Aceh dan Sumatera Utara, untuk menjajaki kerja sama bisnis lintas negara secara langsung.
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, yang memimpin sidang, menyatakan pertemuan ini mengevaluasi capaian Cetak Biru Implementasi IMT-GT periode 2022-2026 sekaligus mulai menyusun cetak biru baru untuk periode 2027-2031. Salah satu fokusnya adalah menyelaraskan proyek konektivitas fisik, seperti jalur pelayaran dan pelabuhan, dengan rencana pembangunan pemerintah daerah. Indonesia juga mendorong agar informasi soal program dan pembiayaan dari Asian Development Bank (ADB), termasuk untuk pengembangan kota hijau, lebih mudah diakses oleh pemerintah daerah.
Dalam forum bisnis, dua sesi panel membahas kerangka investasi lintas negara di kawasan IMT-GT serta penawaran aset korridor di Aceh dan Sumatera Utara untuk kemitraan usaha. Kegiatan business matching diarahkan untuk menerjemahkan kesepakatan antarpemerintah menjadi kesepakatan bisnis konkret, lengkap dengan mitra dan target waktu yang jelas. Hasil dari pertemuan pejabat tinggi ini akan dilaporkan ke Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 yang digelar Kamis, 10 September 2026, di Medan, sebagai penutup rangkaian pertemuan yang berlangsung sejak 7 September.
