Kadin Indonesia akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Protein, diumumkan Ketua Umum Anindya Bakrie saat perayaan HUT ke-58 Kadin Indonesia pada Kamis, 24 September 2026. Satgas ini disiapkan untuk menciptakan lapangan kerja, menjaga stabilitas pasokan, menaikkan pendapatan pelaku usaha, dan mendorong kemandirian protein nasional, yang menurut Anindya juga akan menopang target pertumbuhan ekonomi 8 persen menuju apa yang disebut pemerintah sebagai Indonesia Emas 2045.

Satgas Protein akan melengkapi sejumlah satuan tugas yang lebih dulu dibentuk Kadin, yaitu Satgas Makan Bergizi Gratis, Satgas Rumah Layak Huni, Satgas Layanan Kesehatan Gratis, dan Satgas Tenaga Kerja Migran. Anindya menyebut empat program utama yang akan dijalankan, yakni hilirisasi atau mengolah bahan pangan protein seperti telur dan susu menjadi produk olahan bernilai lebih tinggi, desentralisasi produksi ayam petelur agar lokasinya lebih dekat ke pasar lokal, pengembangan kawasan sapi perah terintegrasi, serta pembangunan rantai pasok yang menghubungkan pusat produksi, pusat penyimpanan, rantai pendingin, dan sistem digital pelacakan asal produk hingga transaksi dan pembayaran.

Angka BPSPertumbuhan ekonomi
5,29%Triwulan II 2026

Pertumbuhan PDB dibanding triwulan yang sama tahun lalu. Turun 0,32 poin dibanding Triwulan I 2026.

Triwulan I 2024: 5,11%Triwulan II 2024: 5,05%Triwulan III 2024: 4,95%Triwulan IV 2024: 5,02%Triwulan I 2025: 4,87%Triwulan II 2025: 5,12%Triwulan III 2025: 5,04%Triwulan IV 2025: 5,39%Triwulan I 2026: 5,61%Triwulan II 2026: 5,29%TwITwIITwIIITwIVTwITwIITwIIITwIVTwITwII2024202520265,614,87Triwulan I 2024: 5,11%Triwulan II 2024: 5,05%Triwulan III 2024: 4,95%Triwulan IV 2024: 5,02%Triwulan I 2025: 4,87%Triwulan II 2025: 5,12%Triwulan III 2025: 5,04%Triwulan IV 2025: 5,39%Triwulan I 2026: 5,61%Triwulan II 2026: 5,29%TwITwIIITwITwIIITwITwII2024202520265,614,87

Sumber: Badan Pusat Statistik, [Seri 2010] Laju Pertumbuhan PDB Seri 2010. Diolah The Signal.

Dalam program desentralisasi ayam petelur, produksi akan dikelola koperasi dan peternak dengan dukungan teknologi serta kepastian bahwa hasil produksinya akan diserap pembeli. Adapun kawasan sapi perah terintegrasi akan menghubungkan lahan pakan, budi daya, kesehatan ternak, pemerahan, pendinginan, pengolahan susu, pembiayaan, hingga kepastian pasar. Anindya membagi peran antar pelaku usaha dalam skema ini, yaitu koperasi mengonsolidasikan produsen kecil, UMKM menciptakan nilai tambah produk, sektor swasta membawa investasi, sedangkan BUMN dan BUMD memperkuat infrastruktur pendukung.

Anindya menyebut tujuan akhir dari skema yang ia sebut sebagai Indonesia Incorporated ini adalah pertumbuhan ekonomi yang naik bertahap hingga mencapai 8 persen, sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen.