Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie meluncurkan delapan kelompok kerja baru dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Delapan kelompok kerja ini dibentuk agar program-program Kadin tidak hanya dibicarakan setahun sekali, melainkan dipantau pelaksanaannya setiap tiga bulan.
Empat kelompok kerja pertama menyasar penguatan pelaku usaha dari sisi dalam negeri. Kelompok pertama, pelaku usaha naik kelas, melibatkan Wakil Ketua Umum Koperasi dan UMKM Nurdin Halid serta Wakil Ketua Umum Bidang Sosial Gita. Kelompok kedua, rantai nilai usaha rakyat, infrastruktur, dan logistik, diisi Wakil Ketua Umum Luar Negeri James, Wakil Ketua Umum Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Mienik, serta Wakil Ketua Umum Pengembangan Ekspor Juan. Kelompok ketiga, hilirisasi, energi, dan nilai tambah industri, dipegang Wakil Ketua Umum Investasi dan Hilirisasi Bobby, sementara kelompok keempat, produktivitas sumber daya manusia dan adopsi teknologi, diisi Wakil Ketua Umum Pembangunan Manusia dan Berkelanjutan Shinta.
Empat kelompok kerja berikutnya menyentuh isu yang lebih lintas sektor. Kelompok kelima, ketahanan ekonomi dan industri pertahanan, dipimpin Wakil Ketua Umum Politik dan Keamanan Bambang Soesatyo. Kelompok keenam, diplomasi ekonomi dan perjanjian dagang, diisi Wakil Ketua Umum Luar Negeri James Riady. Kelompok ketujuh, penguatan kelembagaan Kadin pusat dan daerah, melibatkan Wakil Ketua Umum Organisasi Erwin dan Wakil Ketua Umum Hukum Aziz. Kelompok kedelapan, kedaulatan dan ketahanan pangan, diisi Wakil Ketua Umum Pangan, Badan Ketahanan Pangan, dan Agribisnis Yana.
Anindya menyampaikan harapannya agar delapan kelompok kerja ini bisa mendukung konsep Indonesia Incorporated yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto, yakni kolaborasi dunia usaha dan pemerintah untuk menjaga kedaulatan ekonomi nasional.
