Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta kepolisian membongkar tuntas jaringan mafia beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), setelah ditemukan praktik pengoplosan beras subsidi menjadi beras premium dalam skala besar di Jakarta Timur. Permintaan ini penting karena menyangkut beras murah yang seharusnya sampai ke masyarakat kecil, tetapi diduga dialihkan demi keuntungan pihak tertentu.

Amran menyampaikan hal itu saat sidak ke Toko Beras Kayumanis, Matraman, Rabu (28/10), dan menemukan dugaan penyalahgunaan 600 ton beras bersubsidi yang diubah menjadi beras premium. Ia meminta polisi tidak berhenti pada pelaku yang sudah ditangkap, melainkan menelusuri seluruh rantai mulai dari titik asal beras, proses pengemasan ulang, sampai pihak yang paling banyak mengambil keuntungan. Amran juga mengancam akan memecat dan memproses hukum pegawainya sendiri jika ada keterlibatan internal, serta menyerahkan ke polisi untuk mendalami temuan awal yang mengarah ke gudang Bulog di Kelapa Gading sebagai salah satu sumber pasokan.

Sidak berlanjut ke Pasar Induk Beras Cipinang, tempat Amran menduga ada praktik serupa dengan skala yang jauh lebih besar. Ia memperkirakan, jika pola ini terus berlangsung setiap hari, volume beras subsidi yang diselewengkan bisa mencapai ribuan ton.