Mentan Amran Sulaiman minta polisi bongkar tuntas jaringan mafia beras subsidi SPHP setelah temuan dugaan 600 ton beras dioplos jadi premium di Jakarta Timur.
29 Oktober 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta kepolisian membongkar tuntas jaringan mafia beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), setelah ditemukan praktik pengoplosan beras subsidi menjadi beras premium dalam skala besar di Jakarta Timur. Permintaan ini penting karena menyangkut beras murah yang seharusnya sampai ke masyarakat kecil, tetapi diduga dialihkan demi keuntungan pihak tertentu.
Amran menyampaikan hal itu saat sidak ke Toko Beras Kayumanis, Matraman, Rabu (28/10), dan menemukan dugaan penyalahgunaan 600 ton beras bersubsidi yang diubah menjadi beras premium. Ia meminta polisi tidak berhenti pada pelaku yang sudah ditangkap, melainkan menelusuri seluruh rantai mulai dari titik asal beras, proses pengemasan ulang, sampai pihak yang paling banyak mengambil keuntungan. Amran juga mengancam akan memecat dan memproses hukum pegawainya sendiri jika ada keterlibatan internal, serta menyerahkan ke polisi untuk mendalami temuan awal yang mengarah ke gudang Bulog di Kelapa Gading sebagai salah satu sumber pasokan.
Sidak berlanjut ke Pasar Induk Beras Cipinang, tempat Amran menduga ada praktik serupa dengan skala yang jauh lebih besar. Ia memperkirakan, jika pola ini terus berlangsung setiap hari, volume beras subsidi yang diselewengkan bisa mencapai ribuan ton.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.