Kejaksaan Agung menyita uang senilai Rp401,65 miliar dalam penyidikan dugaan korupsi tata kelola komoditas nikel di PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) untuk periode 2017 sampai 2020. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Saiful Bahri Siregar, menyebut penyitaan ini terkait dugaan manipulasi dokumen ekspor nikel oleh perusahaan tersebut. Kasus ini menyangkut potensi kerugian negara dari praktik ekspor mineral yang seharusnya diatur ketat lewat izin dan uji kadar.

Menurut Saiful, penyidik menemukan bahwa PT CNI melakukan ekspor nikel meski belum mengantongi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), yaitu dokumen izin yang memuat rencana produksi dan penjualan tambang yang wajib dimiliki sebelum mengirim barang ke luar negeri. Ia menyebut PT CNI diduga bekerja sama dengan pihak penyelenggara negara mengatur hasil uji kadar nikel sehingga tercatat di bawah 1,7 persen, angka yang disebut sebagai ambang syarat ekspor. Dokumen hasil uji yang sudah diatur itu kemudian dipakai sebagai dasar pengiriman nikel ke luar negeri.

Angka BPSNilai ekspor
26,2 miliar US$Juli 2026

Nilai barang yang dijual Indonesia ke luar negeri. Naik 0,76 miliar US$ dibanding Juni 2026. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (24.007,8).

Februari 2024: 19,3 miliar US$Maret 2024: 22,6 miliar US$April 2024: 19,7 miliar US$Mei 2024: 22,4 miliar US$Juni 2024: 21,1 miliar US$Juli 2024: 22,5 miliar US$Agustus 2024: 23,6 miliar US$September 2024: 22,2 miliar US$Oktober 2024: 24,8 miliar US$November 2024: 24,1 miliar US$Desember 2024: 23,6 miliar US$Januari 2025: 21,4 miliar US$Februari 2025: 21,9 miliar US$Maret 2025: 23,2 miliar US$April 2025: 20,7 miliar US$Mei 2025: 24,6 miliar US$Juni 2025: 23,4 miliar US$Juli 2025: 24,7 miliar US$Agustus 2025: 24,9 miliar US$September 2025: 24,7 miliar US$Oktober 2025: 24,2 miliar US$November 2025: 22,5 miliar US$Desember 2025: 26,3 miliar US$Januari 2026: 22,2 miliar US$Februari 2026: 22,2 miliar US$Maret 2026: 22,5 miliar US$April 2026: 25,3 miliar US$Mei 2026: 23,2 miliar US$Juni 2026: 25,5 miliar US$Juli 2026: 26,2 miliar US$FebMeiAguNovFebMeiAguNovFebMeiJul20242025202626.29019.349Agustus 2025: 24,9 miliar US$September 2025: 24,7 miliar US$Oktober 2025: 24,2 miliar US$November 2025: 22,5 miliar US$Desember 2025: 26,3 miliar US$Januari 2026: 22,2 miliar US$Februari 2026: 22,2 miliar US$Maret 2026: 22,5 miliar US$April 2026: 25,3 miliar US$Mei 2026: 23,2 miliar US$Juni 2026: 25,5 miliar US$Juli 2026: 26,2 miliar US$AguOktDesFebAprJunJul2025202626.29022.156

Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Ekspor. Diolah The Signal.

Saiful menyebut rangkaian manipulasi dokumen dan kadar nikel itulah yang menyebabkan kerugian keuangan negara, yang menjadi dasar penyitaan uang Rp401,65 miliar oleh Kejagung. Keterangan ini disampaikan Saiful di kantor Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).