Kementerian Perdagangan meluncurkan dua instrumen baru untuk mengembangkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di sektor perdagangan, yaitu "Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045" dan lembaga pelatihan internal bernama Trade Corporate University atau Trade CorpU. Peluncuran berlangsung di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (2/9), dipimpin Menteri Perdagangan Budi Santoso. Kemendag menyebut kedua instrumen ini disiapkan agar ASN di bidang perdagangan punya kompetensi yang sejalan dengan kebutuhan kebijakan perdagangan di tengah perubahan global.

Cetak biru ini berfungsi sebagai peta jalan 20 tahun yang dibagi dalam tiga fase, yakni penguatan fondasi dan ekosistem pada 2026-2035, akselerasi daya saing dan inovasi pada 2036-2040, serta konsolidasi kepemimpinan perdagangan global pada 2041-2045. Dokumennya memuat delapan agenda, mulai dari kerangka kompetensi, arsitektur pembelajaran, ekosistem pembelajaran digital, sertifikasi, infrastruktur pelatihan, kemitraan, modernisasi organisasi, hingga tata kelola SDM aparatur. Trade CorpU menjadi wadah pelaksanaan program-program tersebut, dengan payung hukum Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kompetensi melalui Sistem Pembelajaran Terintegrasi di Bidang Perdagangan.

Aturan itu mengatur sistem pembelajaran terintegrasi mulai dari diagnosis kebutuhan pelatihan hingga penjaminan mutu, mencakup kompetensi teknis, manajerial, dan sosial-kultural pegawai. Trade CorpU juga akan memanfaatkan teknologi pembelajaran serta mengakui pengalaman kerja sebelumnya sebagai pengganti pelatihan formal, dan disebut akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik tiap unit kerja, bukan format seragam untuk semua bagian di Kemendag.

Dalam acara yang sama, Kemendag juga meneken kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang diwakili Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Juan Permata Adoe, serta memberikan penghargaan Niaga Werdhitama kepada sejumlah pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi yang dinilai mendukung pengembangan SDM perdagangan.