Kementerian Perdagangan meresmikan gerai Point Coffee sekaligus Pojok Product Placement Pilihan Busan (PPPB) di area kantornya di Jakarta. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut langkah ini sebagai upaya memperluas akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah pangan lokal lewat kerja sama dengan jaringan ritel modern, termasuk Indomaret.

PPPB sendiri adalah program kurasi produk UMKM yang sudah berjalan, setiap tiga sampai empat bulan Kemendag memilih produk pangan dan nonpangan untuk dipajang di lingkungan kantornya. Yang baru dari peresmian ini adalah perluasan fungsinya menjadi jalur distribusi fisik ke ritel modern, bukan sekadar etalase internal. Dalam acara ini, 15 produk pangan lokal hasil kurasi PPPB dipajang dan dijual langsung, mencakup jamur garing, pempek garing, kue kering, keripik kentang, keripik pisang, keripik kulit ikan, olahan pisang, dan aneka kerupuk.

Salah satu UMKM yang merasakan dampaknya adalah KhumKhum Jamur Crispy asal Kulon Progo, Yogyakarta. Menurut pendirinya, Hanum Wahyu, usaha yang dirintis sejak 2020 itu kini produknya sudah tersedia di lebih dari 2.000 titik Indomaret di wilayah Bogor dan Parung setelah masuk kurasi PPPB tahun ini.

Kemendag juga menyebut akan mendorong UMKM terkurasi PPPB untuk menjajaki pasar ekspor lewat berbagai pameran dagang, termasuk Trade Expo Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 18 Oktober 2026. CEO Indomaret Group, Sinarman Jonatan, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung inisiatif tersebut.