Kementerian Perdagangan mencatat sejumlah hasil konkret dari program pengembangan wirausaha kampus bernama Campuspreneur sepanjang semester pertama 2026. Dua capaian utamanya adalah 23 kesepakatan awal atau letter of intent antara wirausaha mahasiswa dengan jaringan ritel modern, serta realisasi ekspor produk pinang senilai Rp2,2 miliar ke Bangladesh dan Maladewa pada 12 Juni 2026. Ini menandakan program yang tadinya sebatas edukasi kewirausahaan di kampus mulai menghasilkan jalur nyata ke pasar, baik toko ritel domestik maupun pembeli luar negeri.
Program ini resmi diluncurkan pada 2 April 2026 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Pada peluncuran itu, 18 perguruan tinggi menandatangani dokumen kerja sama dengan empat unit di Kemendag, yaitu Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan, serta Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional. Bersamaan dengan itu digelar Campuspreneur Expo pada 1 hingga 2 April 2026 di Auditorium UNS, yang diikuti mahasiswa, alumni, dan UMKM binaan kampus.
Nilai barang yang dijual Indonesia ke luar negeri. Naik 0,76 miliar US$ dibanding Juni 2026. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (24.007,8).
Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Ekspor. Diolah The Signal.
Dari 23 kesepakatan awal dengan ritel modern, 15 di antaranya ditandatangani di UNS dan 8 di IPB University. Kesepakatan ini lahir dari proses kurasi bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), yang menilai kualitas produk, desain kemasan, konsistensi produksi, hingga kesiapan distribusi mahasiswa sebelum bisa masuk rak toko modern. Untuk peluang ekspor, Kemendag juga memfasilitasi sesi presentasi bisnis antara peserta dengan perwakilan perdagangan RI di luar negeri, agar mereka mendapat gambaran pasar dan kebutuhan negara tujuan.
Sebagai pelengkap, kampus-kampus mitra juga menggelar diskusi panel, coaching clinic, dan meja konsultasi soal penguatan merek, perizinan usaha, pemasaran digital, hingga standar perdagangan. Puncak capaian semester ini adalah pelepasan ekspor produk pinang binaan IPB University pada 12 Juni 2026 ke Bangladesh dan Maladewa dengan nilai Rp2,2 miliar.
