Kementerian Pertanian memperkuat pasokan air ke lahan perkebunan lewat irigasi pompa, sebagai antisipasi dampak musim kemarau terhadap produksi kebun. Langkah ini penting karena tanaman perkebunan seperti kelapa sawit, karet, atau kopi membutuhkan pasokan air stabil, dan kekeringan yang berkepanjangan bisa menekan hasil panen serta pendapatan pekebun.

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto menyebut pemerintah telah menyalurkan sekitar 1.000 unit irigasi pompa untuk tanaman perkebunan, meski Kementan tidak merinci periode penyalurannya. Selain itu, sepanjang 2022 hingga 2024 Kementan juga membagikan 545 unit pompa untuk penanganan kebakaran lahan perkebunan ke sembilan provinsi rawan karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, dan Kalimantan Barat.

Pompa irigasi berfungsi menjaga ketersediaan air saat sumber air alami menyusut, sementara pompa pemadam disiapkan untuk kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran lahan. Kementan menyatakan terus berkoordinasi dengan BNPB, termasuk untuk modifikasi cuaca atau rekayasa hujan buatan, sebagai langkah tambahan di wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.