Kementerian Ketenagakerjaan resmi memulai Program Pemagangan Nasional atau MagangHub Batch 2 Angkatan II. Sebanyak 40.962 peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan menjalani program magang selama enam bulan di berbagai kementerian, lembaga, dan sektor industri. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut program ini sebagai arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mempermudah lulusan perguruan tinggi memasuki dunia kerja, isu yang relevan di tengah ketatnya persaingan pasar kerja saat ini.

Dengan tambahan peserta gelombang ini, total akumulasi peserta MagangHub Angkatan II mencapai 87.122 orang, terdiri atas 46.160 peserta Batch 1 dan 40.962 peserta Batch 2. Pemerintah menetapkan kuota 150.000 peserta untuk Angkatan II, dan sisanya direncanakan dipenuhi lewat Batch 3 yang akan diluncurkan awal November 2026 setelah proses evaluasi. Pelaksanaan magang ini melibatkan sejumlah lembaga negara sebagai tempat magang, di antaranya Mahkamah Konstitusi, Sekretariat Jenderal DPR RI, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Sekretariat Kabinet.

Kemnaker menegaskan program ini murni untuk meningkatkan kompetensi peserta dan tidak dimaksudkan menggantikan posisi pekerja tetap di instansi maupun perusahaan mitra. Sejumlah aturan diberlakukan untuk melindungi peserta, antara lain larangan bekerja dengan jam berlebih, larangan penempatan pada shift malam, dan ketentuan bahwa tugas yang diberikan harus tetap dalam koridor pembelajaran. Pada gelombang ini, 15 peserta penyandang disabilitas turut dinyatakan lolos seleksi dan akan mengikuti magang di instansi maupun perusahaan mitra.