Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengunjungi Lumosh Living, produsen alat makan keramik di Surabaya, Sabtu (6/9). Kunjungan ini menyoroti UMKM yang sudah menembus pasar ekspor lewat produk keramik daur ulang, sekaligus dijadikan contoh oleh Kementerian Perdagangan untuk program pendampingan UMKM berorientasi ekspor. Bagi pelaku usaha kecil sejenis, kasus ini menunjukkan jalur konkret menuju pasar internasional lewat kombinasi inovasi produk dan jaringan perwakilan dagang di luar negeri.

Lumosh Living, yang berdiri sejak 2016 dan berproduksi di Probolinggo, Jawa Timur, mengusung lini reclay tableware yang dibuat dari pecahan keramik retur konsumen dan produk gagal produksi. Menurut co-founder Raymon Tjiadi, produk ini memakai 40 persen limbah keramik dan 10 persen pasir besi, sehingga memangkas kebutuhan bahan baku murni hingga 50 persen. Raymon mengeklaim proses ini juga meningkatkan kepadatan dan ketahanan produk sekitar 20 persen, menekan emisi karbon sekitar 30 persen, serta menghasilkan keramik bebas timbal dan kadmium dengan kualitas yang menurutnya setara 99 persen dengan keramik baru.

Produk Lumosh Living telah menembus pasar Belanda dan Spanyol serta meraih penghargaan Good Design Award Jepang pada 2025. Produk mereka juga dipajang di rak produk Indonesia pada Indonesian Trade Promotion Center Jeddah, hasil fasilitasi perwakilan perdagangan Kemendag di luar negeri. Setelah mengikuti Trade Expo Indonesia 2025, Lumosh Living bersiap tampil lagi di TEI 2026 dengan target memperluas ekspor ke Rusia dan memperkuat citra di pasar Jepang untuk kategori perlengkapan rumah tangga.

Di luar jalur ekspor formal, Lumosh Living juga mengandalkan pemasaran berbasis cerita personal tentang pekerja di balik produknya, termasuk pernah menggarap edisi khusus bersama pemengaruh kuliner dan kini menyiapkan pop-up store di Bali bekerja sama dengan UMKM cokelat Korte. Kementerian Perdagangan menyatakan akan terus mendampingi UMKM semacam ini lewat akses pameran internasional dan fasilitasi promosi ekspor oleh perwakilan dagang.