Forum bisnis untuk wirausahawan generasi Z di Jakarta membahas cara membangun merek usaha secara bertahap, sekaligus memaparkan program pemerintah yang mendorong pelaku usaha kecil beralih dari sektor informal ke formal. Acara yang digelar Sabtu, 5 September 2026, di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan DKI Jakarta ini menghadirkan pendiri Kasisolusi Deryansha Azhari serta perwakilan Kementerian UMKM, Muhammad Subkhan Subkhi. Forum semacam ini menyasar generasi muda yang makin banyak merintis usaha lewat media sosial, namun sering langsung berjualan tanpa strategi merek yang jelas.

Deryansha memaparkan bahwa strategi pemasaran perlu dipisah dalam tiga lapis, yaitu membangun reputasi pribadi pemilik usaha seperti Steve Jobs atau Nadiem Makarim, mengangkat keunggulan produk seperti yang dilakukan Gojek atau Indomie, dan memperkuat nama besar perusahaan induk seperti Apple atau GoTo. Ia juga menekankan urutan konten yang perlu dibangun sebelum berjualan, mulai dari edukasi, inspirasi, hiburan, ruang diskusi, hingga kedekatan emosional dengan calon pembeli. Menurutnya kesalahan paling umum pengusaha pemula adalah langsung mempromosikan produk tanpa melewati tahap-tahap itu, padahal transaksi akan lebih mudah terjadi begitu kepercayaan konsumen sudah terbentuk.

Dari sisi kebijakan, Kementerian UMKM melalui Subkhan mendorong pelaku usaha Gen Z berani beralih dari usaha informal menjadi pelaku ekonomi formal yang lebih berdaya saing. Pemerintah menyediakan layanan satu pintu lewat platform SAPA UMKM dan program PRO-KESRA Produktif, yang mencakup pengurusan Nomor Induk Berusaha, pendaftaran merek, sertifikasi halal, hingga pendampingan inkubasi usaha. Layanan ini ditujukan untuk menekan risiko kegagalan bisnis pada fase awal, saat usaha rintisan baru justru paling rentan tutup.