Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana membangun 76 lokasi budi daya ikan tematik di Daerah Istimewa Yogyakarta, tersebar di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Sleman. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut proyek ini sebagai bagian dari program kerja prioritas nasional yang menargetkan 40.000 lokasi serupa di seluruh Indonesia sampai 2029. Tujuannya membuka peluang usaha baru bagi warga desa sekaligus menambah pasokan protein ikan di tingkat lokal.

Sebelum pembangunan dimulai, KKP memastikan setiap lokasi melewati pengecekan kelayakan dan penyelesaian izin pemanfaatan lahan. Program ini mencakup pembangunan fasilitas kolam, pelatihan bagi pengelola, penyediaan benih dan pakan, hingga pendampingan teknis pada tahap awal operasional. Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, mengatakan pendampingan hanya berlangsung sampai satu kali siklus produksi, setelah itu pengelola diharapkan sudah bisa menjalankan usaha secara mandiri.

Syarat lahan juga menjadi perhatian: status kepemilikan harus jelas, bebas konflik, serta memiliki akses jalan dan jaringan listrik yang memadai. Pemerintah DIY, melalui Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, menyatakan siap membantu mempercepat proses administrasi tanah kalurahan yang akan dipakai, termasuk koordinasi dengan pemerintah desa untuk menyiapkan dokumen pendukung. KKP juga telah menggelar sosialisasi program bersama Komisi IV DPR RI dan pemerintah daerah untuk menyiapkan lahan, pengelola, dan jalur pemasaran hasil budi daya.

Dinas Kelautan dan Perikanan DIY menyebut kolam-kolam ini akan menggunakan sistem resirkulasi, yaitu air yang sudah dipakai diolah ulang lalu dipakai kembali, sehingga lebih cocok untuk DIY yang lahan dan sumber airnya terbatas. Perwakilan warga Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, menyambut program ini karena berpotensi membuka lapangan kerja dan menambah penghasilan warga setempat.