Di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, sisa tanaman jagung, jerami, dan kotoran ternak yang dulu dibuang atau dibakar kini diolah menjadi pakan domba dan pupuk kompos. Perubahan ini terjadi lewat kelompok petani penggarap lahan hutan, atau yang biasa disebut pesanggem, yang didampingi Program Petani Hutan JTB dari PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12. Program ini penting karena mengubah kebiasaan yang selama ini berisiko memicu kebakaran hutan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga.

Praktiknya terlihat di Dusun Poh Wayang, tempat puluhan domba dipelihara bersama di satu kandang berukuran 15 x 6 meter oleh anggota Koperasi Produsen Rimba Tani Sejahtera. Pakan domba tidak hanya berasal dari rumput segar, tetapi juga dari limbah pertanian yang sebelumnya kerap dibakar begitu musim panen usai. Kotoran domba yang terkumpul kemudian dibawa ke rumah produksi khusus, difermentasi, dan diolah menjadi kompos serta media tanam yang bisa dijual.

Kebiasaan membakar sisa panen dulunya dianggap cara paling praktis untuk membersihkan lahan sebelum musim tanam berikutnya. Namun cara itu berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan, dan asapnya dikhawatirkan bisa masuk ke area fasilitas pengolahan gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang lokasinya berdekatan dengan lahan garapan warga. Risiko itulah yang mendorong PEPC Zona 12 membuat program pemberdayaan Biru Langit Jambaran-Tiung Biru, dengan Program Petani Hutan JTB sebagai salah satu bentuknya, agar limbah pertanian warga bisa dialihkan menjadi kegiatan ekonomi kelompok.