Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau model contoh atau mockup sistem budi daya ikan Mini Recirculating Aquaculture System, disingkat Mini RAS, di Depok, Jawa Barat, Selasa (15/9). Mini RAS adalah sistem budi daya ikan skala kecil yang mendaur ulang air dalam wadah tertutup, sehingga bisa dibangun di lahan sempit tanpa bergantung pada sumber air besar. Peninjauan ini menjadi bagian dari rencana pemerintah membangun rantai pasok industri perikanan sampai ke tingkat desa, mulai dari benih, pakan, hingga pengolahan hasil.
Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), program ini ditargetkan menjangkau sekitar 40.000 titik di seluruh Indonesia hingga tahun 2029. Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan pelaksanaan di 4.000 titik yang tersebar di Pulau Jawa dan Lampung, dibagi dalam dua tahap masing-masing 2.000 titik.
KKP telah melakukan verifikasi awal terhadap 5.051 desa di enam provinsi, yaitu Banten, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Dari jumlah itu, 1.454 desa dinyatakan siap dibangun, sementara sisanya masih melalui proses penyesuaian teknis dan evaluasi kesiapan. Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, mengatakan mockup ini dibuat untuk memastikan desain, aspek teknis, dan hitungan keekonomian program matang sebelum diterapkan dalam skala besar.
Trenggono menyebut Mini RAS sebagai langkah baru dalam agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di sektor perikanan darat, yang menurutnya membuka peluang bagi tumbuhnya industri pendukung seperti penyediaan benih dan pakan di tingkat desa.
