Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan bahwa struktur ekonomi Indonesia masih sangat bertumpu pada dua motor utama: konsumsi rumah tangga dan aktivitas dunia usaha. Gabungan keduanya, menurut dia, menyumbang sekitar 92 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional, angka yang menegaskan betapa besar pengaruh daya beli masyarakat terhadap laju perekonomian.
Anindya menyebut kalangan usaha, yang diwakili Kadin, siap memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan. Ia menilai kolaborasi antara sektor swasta dan kebijakan publik menjadi kunci agar konsumsi rumah tangga tidak melambat, terutama di tengah tekanan biaya hidup dan suku bunga yang masih relatif tinggi.
Pernyataan ini muncul di tengah sorotan terhadap daya beli kelas menengah yang belakangan dianggap melemah. Sejumlah ekonom menilai dominasi konsumsi dalam struktur PDB membuat ekonomi Indonesia relatif stabil dibanding negara yang bergantung pada ekspor komoditas, namun juga berarti pertumbuhan sulit dipercepat tanpa mendorong belanja masyarakat.
Kadin disebut akan terus mendorong program yang menyentuh langsung sektor riil, mulai dari dukungan terhadap UMKM hingga investasi padat karya, sebagai upaya menjaga agar kontribusi dunia usaha terhadap PDB tidak sekadar bertahan, tapi juga tumbuh.