Konsumsi Rumah Tangga Masih Menopang 92 Persen Ekonomi Indonesia
Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie menegaskan konsumsi rumah tangga dan aktivitas dunia usaha menyumbang 92 persen produk domestik bruto Indonesia.
1 Agustus 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan bahwa struktur ekonomi Indonesia masih sangat bertumpu pada dua motor utama: konsumsi rumah tangga dan aktivitas dunia usaha. Gabungan keduanya, menurut dia, menyumbang sekitar 92 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional, angka yang menegaskan betapa besar pengaruh daya beli masyarakat terhadap laju perekonomian.
Anindya menyebut kalangan usaha, yang diwakili Kadin, siap memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan. Ia menilai kolaborasi antara sektor swasta dan kebijakan publik menjadi kunci agar konsumsi rumah tangga tidak melambat, terutama di tengah tekanan biaya hidup dan suku bunga yang masih relatif tinggi.
Pernyataan ini muncul di tengah sorotan terhadap daya beli kelas menengah yang belakangan dianggap melemah. Sejumlah ekonom menilai dominasi konsumsi dalam struktur PDB membuat ekonomi Indonesia relatif stabil dibanding negara yang bergantung pada ekspor komoditas, namun juga berarti pertumbuhan sulit dipercepat tanpa mendorong belanja masyarakat.
Kadin disebut akan terus mendorong program yang menyentuh langsung sektor riil, mulai dari dukungan terhadap UMKM hingga investasi padat karya, sebagai upaya menjaga agar kontribusi dunia usaha terhadap PDB tidak sekadar bertahan, tapi juga tumbuh.
Menkeu Purbaya membahas target pertumbuhan ekonomi 6 persen — tvOneNews
KadinPDBkonsumsi rumah tangga
Foto dari tvOneNews, dipakai sebagai dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Artikel ini rangkuman editorial The Signal dari liputan tvOneNews, bukan salinan langsung. Untuk versi lengkap dan mutakhir, baca artikel aslinya.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.