PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) menjawab surat permintaan penjelasan dan pengingat dari Bursa Efek Indonesia bernomor S-11882/BEI.PP3/09-2026 tertanggal 10 September 2026, terkait rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Dalam surat balasan bertanggal 15 September 2026 yang ditandatangani Direktur Gema Pratama, perseroan menyatakan rasio dan harga pelaksanaan rights issue masih dalam proses finalisasi dan baru akan diumumkan lewat prospektus. Yang sudah dipastikan adalah tujuan dana rights issue, yaitu sebagian akan dipakai untuk mengambil alih dua perusahaan pemilik lahan, PT Art Design Indonesia (ADI) di Surabaya dan PT Mandirinusa Grahaperkasa (MGP) di Maja, Banten, dengan total luas lahan sekitar 571 hektare. Perseroan memastikan rencana ini tidak akan mengubah pihak pengendali KOTA.

Untuk ADI, KOTA akan membeli 1.206.272 saham atau 99,99 persen kepemilikan dari PT Michel Energi dengan nilai transaksi Rp1,2 triliun. Namun pemegang saham ADI saat ini sebenarnya adalah PT Tunas Pelopor Bangsa yang memegang 9.999 saham atau 99,99 persen, dan baru menandatangani perjanjian pengikatan jual beli dengan Michel Energi pada 11 Mei 2026, dengan pengalihan saham ke Michel Energi ditargetkan rampung selambat-lambatnya 28 September 2026 sebelum diteruskan ke KOTA. Pemegang saham ADI lainnya, Franciscus Wongso, yang memegang 1 saham senilai Rp1 juta, mengesampingkan haknya untuk membeli lebih dulu saham tersebut. KOTA juga mengungkapkan aset tidak lancar ADI melonjak dari Rp285,29 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp1,19 triliun pada Juni 2026, yang menurut perseroan berasal dari penyelesaian piutang cessie, yakni pelunasan tagihan lewat penyerahan aset, sebelum akhir Juni 2026.

Untuk MGP, nilai transaksi pembelian 6.413.296 saham atau 99,99 persen dari Michel Energi mencapai Rp3,2 triliun. Pemegang saham MGP saat ini adalah PT Persaudaraan Bersatu Esa dengan 4.950 saham atau 99 persen, yang menandatangani perjanjian dengan Michel Energi pada 7 Mei 2026 dan juga menargetkan pengalihan rampung paling lambat 28 September 2026. Pemegang saham lain, Charlie Salim, yang memegang 50 saham senilai Rp25 juta, turut mengesampingkan hak untuk membeli lebih dulu. Aset tidak lancar MGP naik dari Rp2 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp3,5 triliun pada Juni 2026, yang menurut KOTA berasal dari kenaikan nilai persediaan tanah dalam pengembangan terkait utang kepada Michel Energi senilai Rp1,43 triliun, ditambah kapitalisasi biaya konstruksi, pembukaan lahan, perencanaan kawasan, dan pekerjaan kelistrikan dengan empat kontraktor, yaitu PT Kemilau Tri Perkasa, PT Sempurna Madya Sahaja, PT Jaringan Teknologi Integrasi, dan PT Arun Solusi Energi Indonesia.

KOTA menegaskan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Michel Energi, tetapi juga mengaku tidak memiliki informasi mengenai siapa pemilik manfaat Michel Energi tersebut. Perseroan menyebutkan laporan keuangan yang akan dipakai sebagai basis rights issue adalah laporan keuangan auditan per 30 Juni 2026, tanpa merinci lebih lanjut struktur permodalan setelah aksi korporasi ini.