PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 melalui surat nomor 347/DMSP/X/2026. Surat pernyataan direksi ditandatangani pada 23 Oktober 2026 oleh Mohamad Prapanca selaku Direktur Utama dan Gema Pratama selaku Direktur. Poin utamanya, pendapatan perusahaan naik dari Rp28,80 miliar pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi Rp125,05 miliar pada periode yang sama tahun ini, mengangkat laba bruto dari Rp19,55 miliar menjadi Rp96,75 miliar. Setelah dikurangi beban usaha Rp42,02 miliar dan beban keuangan Rp19,90 miliar, perusahaan mencetak laba bersih Rp51,67 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp21,54 miliar pada periode yang sama tahun lalu, dengan laba per saham dasar Rp4,9 dibandingkan rugi Rp2,0 per saham setahun sebelumnya.

Dari sisi posisi keuangan, total aset KOTA per 30 September 2026 tercatat Rp1,95 triliun, sedikit menyusut dari Rp1,97 triliun pada akhir 2025. Total liabilitas turun dari Rp736,93 miliar menjadi Rp662,03 miliar, sementara total ekuitas naik dari Rp1,237 triliun menjadi Rp1,289 triliun. Kas dan setara kas bertambah dari Rp69,53 miliar menjadi Rp112,01 miliar. Namun pinjaman bank jangka pendek melonjak tajam dari Rp961,66 juta menjadi Rp94,50 miliar, sedangkan pinjaman bank jangka panjang naik tipis dari Rp417,23 miliar menjadi Rp425,30 miliar.

Laporan arus kas menunjukkan kegiatan operasi menghasilkan kas bersih Rp71,71 miliar, berbalik dari pemakaian kas Rp12,43 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kegiatan investasi menghasilkan kas bersih Rp28,51 miliar, dibandingkan pemakaian kas Rp145,95 miliar setahun sebelumnya, terutama karena perolehan aset tetap yang jauh lebih kecil. Sebaliknya, kegiatan pendanaan membalik arah dari menghasilkan kas Rp160,84 miliar menjadi memakai kas Rp57,74 miliar, sejalan dengan pembayaran sejumlah utang jangka panjang lainnya.