PT Lippo General Insurance Tbk (LGI) membukukan kenaikan pendapatan, laba sebelum pajak, dan ekuitas pada semester pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini muncul di tengah kondisi ekonomi makro yang masih menantang, sekaligus menjadi sinyal bahwa industri asuransi umum masih mampu tumbuh meski daya beli dan aktivitas ekonomi belum sepenuhnya pulih.

Berdasarkan standar akuntansi lama, IFRS 4, pendapatan LGI tercatat Rp2,579 triliun pada semester I 2026, naik 17,5 persen dari Rp2,194 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Jika dihitung dengan standar baru IFRS 17, pendapatan perusahaan mencapai Rp2,315 triliun, tumbuh 33,9 persen dari Rp1,729 triliun pada semester I 2025.

Laba sebelum pajak turut naik, dari Rp103,3 miliar menjadi Rp120,9 miliar berdasarkan IFRS 4, atau tumbuh 17 persen. Dengan basis IFRS 17, laba sebelum pajak naik 10,2 persen menjadi Rp130,5 miliar. Ekuitas perusahaan juga menguat, dari Rp966 miliar menjadi Rp1,091 triliun berdasarkan IFRS 4, dan dari Rp987 miliar menjadi Rp1,116 triliun berdasarkan IFRS 17.

Kinerja semester pertama ini melanjutkan capaian 2025 yang sebelumnya menjadi tahun rekor bagi LGI. Presiden Direktur LGI, Agus Benjamin, mengatakan perusahaan berhasil mempertahankan tren pertumbuhan itu meski menghadapi lingkungan operasional yang penuh tantangan, didukung oleh disiplin dalam proses underwriting atau seleksi risiko polis, kondisi keuangan perusahaan, serta dukungan pemegang saham.