PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melaporkan produksi minyak dan gas semester I 2026 mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari, sesuai dengan target tahun ini, dengan gas menyumbang sekitar 72 persen dari total produksi. Capaian ini ditopang oleh tambahan hak partisipasi di Blok Corridor, kinerja produksi Lapangan Forel dan Terubuk di South Natuna Sea Block B, pengeboran pengembangan di Lapangan Bualuang Thailand, rampungnya proyek Bisat C di Blok 60 Oman, serta beroperasi penuhnya proyek Senoro Fase 2A sejak Juni 2026. Perseroan juga menandatangani Kontrak Bagi Hasil untuk Blok Nawasena di Jawa Timur dan Blok Cendramas di Malaysia, di mana MEDC ditunjuk sebagai operator, sekaligus menandai operasi produksi pertamanya di Malaysia.
Dari sisi keuangan, MEDC membukukan pendapatan US$1.415 juta pada semester I 2026, dengan EBITDA US$805 juta dan laba kotor US$588 juta. Laba bersih periode berjalan mencapai US$287,6 juta, melonjak dari US$36,1 juta pada semester I 2025, di mana US$275 juta di antaranya menjadi bagian pemilik entitas induk. Kenaikan ini didorong oleh produksi minyak dan gas yang lebih tinggi, harga minyak dunia yang membaik, serta kontribusi dari investasi tambang tembaga dan emas di PT Amman Mineral Internasional setelah smelternya beroperasi penuh. Laba per saham dasar naik dari US$0,00124 menjadi US$0,01115, sementara biaya kas produksi minyak dan gas terjaga di US$8,4 per barel setara minyak, di bawah panduan tahun ini yang mematok di bawah US$10 per barel.
Total aset Perseroan tercatat US$9.033,3 juta per 30 Juni 2026, naik dari US$8.362,7 juta pada akhir 2025, dengan total ekuitas US$2.528,8 juta. Utang konsolidasi berada di US$4.128 juta dengan kas dan setara kas US$1.402 juta, sementara rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk Restricted Group terjaga di 1,4 kali, di bawah batas panduan 2,5 kali yang dihitung dengan asumsi harga minyak jangka panjang US$65 per barel. Peringkat kredit idAA- dari Pefindo serta peringkat internasional dari Fitch, S&P, dan Moody's dipertahankan. Laporan keuangan ini memperoleh opini wajar tanpa modifikasian dari auditor KAP Purwanto Susanti dan Surja, anggota jaringan Ernst & Young.
Segmen ketenagalistrikan mencatat penjualan listrik 2.323 GWh, naik dibanding periode yang sama tahun lalu, ditopang operasi Dalle Energy Batam, ekspansi Energi Listrik Batam, dan beroperasinya PLTS Bali Timur, dengan energi terbarukan menyumbang sekitar 25 persen dari total penjualan listrik. MEDC mempertahankan panduan kinerja 2026 berupa produksi migas 165-170 ribu barel setara minyak per hari dan penjualan listrik 4.550 GWh, namun menaikkan panduan belanja modal tahun ini menjadi US$450-475 juta untuk segmen minyak dan gas serta hingga US$50 juta untuk segmen ketenagalistrikan.
