PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia pada 26 Oktober 2026. Penjualan bersih perseroan naik 31 persen menjadi Rp1,41 triliun dari Rp1,07 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor melonjak lebih dari dua kali lipat, dari Rp261 miliar menjadi Rp567,4 miliar, sementara jumlah beban usaha justru sedikit menyusut menjadi Rp184,1 miliar dari Rp186,1 miliar meski penjualan tumbuh, karena beban penjualan turun dari Rp168,8 miliar menjadi Rp167 miliar.
Hasilnya, laba usaha perseroan melesat dari Rp74,9 miliar menjadi Rp383,3 miliar, dan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan naik hampir enam kali lipat, dari Rp48,7 miliar menjadi Rp284,3 miliar. Laba per saham ikut terangkat dari Rp5,48 menjadi Rp31,98. Kenaikan laba ini juga tercermin pada arus kas dari aktivitas operasi yang naik dari Rp82,2 miliar menjadi Rp316,9 miliar, menunjukkan laba yang dibukukan diikuti kas yang benar benar masuk ke kas perseroan.
Posisi keuangan BLES per 30 September 2026 juga menguat. Total aset naik 9,5 persen menjadi Rp2,23 triliun dari Rp2,04 triliun pada akhir 2025, sementara total liabilitas turun 8,1 persen menjadi Rp842,9 miliar, salah satunya karena utang bank jangka panjang berkurang dari Rp426,7 miliar menjadi Rp363,3 miliar. Kas dan setara kas melonjak dari Rp66,7 miliar menjadi Rp188,2 miliar, dan total ekuitas naik 23,9 persen menjadi Rp1,39 triliun. Perseroan membagikan dividen tunai Rp16,8 miliar pada periode ini, lebih kecil dari Rp32 miliar yang dibagikan pada periode yang sama tahun lalu. Dua entitas anak yang disebut dalam laporan ini, PT Superior Persada Sejahtera di Surabaya dan PT Superior Sarana Sukses di Lamongan, bergerak di bidang pengangkutan dengan kepemilikan BLES masing masing 99 persen dan 99,9 persen.
