PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) melaporkan hasil keuangan konsolidasian tidak diaudit untuk sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Pendapatan perusahaan naik dari Rp23,85 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp34,38 miliar. Laba kotor ikut terangkat dari Rp8,87 miliar menjadi Rp12,19 miliar, laba usaha dari Rp5,19 miliar menjadi Rp6,48 miliar, dan laba bersih tahun berjalan dari Rp5,13 miliar menjadi Rp8,63 miliar. Laba per saham tercatat Rp6,06, naik dari Rp3,59 pada periode sebelumnya.

Di sisi aset, total aset perusahaan naik dari Rp335,15 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp348,24 miliar pada akhir September 2026. Namun kas dan setara kas justru menyusut dari Rp141,75 miliar menjadi Rp56,22 miliar, sementara pos uang muka melonjak dari Rp35,38 miliar menjadi Rp133,16 miliar. Total liabilitas turun dari Rp15,43 miliar menjadi Rp12,98 miliar, dan total ekuitas naik dari Rp319,72 miliar menjadi Rp335,29 miliar. Modal saham bertambah dari Rp72 miliar, yang terdiri dari 1,44 miliar lembar saham, menjadi Rp96 miliar atau 1,92 miliar lembar saham, setelah penambahan 480 juta lembar saham baru yang berlaku efektif 7 Juli 2026.

Perusahaan memiliki entitas anak, PT Tirta Jaya Hidup Baru, dengan kepemilikan 60 persen, berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur, bergerak di bidang perdagangan dan industri dengan total aset Rp14,81 miliar. Sampai laporan ini terbit, anak usaha tersebut belum beroperasi secara komersial. Kegiatan usaha utama PJHB sendiri adalah angkutan laut domestik untuk barang dan aktivitas perusahaan induk (holding), dengan kantor pusat di Samarinda, Kalimantan Timur. Pemegang saham pengendali perusahaan adalah Hero Gozali, sementara surat pernyataan direksi ditandatangani oleh Go Sioe Bie selaku Direktur Utama dan Anthony Samuel Rahmatharun selaku Direktur Keuangan pada 26 Oktober 2026.