PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) mencatat pendapatan Rp155,39 miliar untuk sembilan bulan pertama 2026, naik 18 persen dari Rp131,74 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun laba bersih perusahaan alat kesehatan dan farmasi ini justru turun 43 persen, dari Rp14,23 miliar menjadi Rp8,07 miliar. Penyebabnya, beban usaha untuk umum dan administrasi melonjak 19 persen menjadi Rp41,66 miliar, sementara beban bunga naik lebih dari dua kali lipat dari Rp1,08 miliar menjadi Rp2,62 miliar. Laba per saham dasar ikut turun dari Rp4,54 menjadi Rp2,66.

Perusahaan menyampaikan surat penjelasan khusus ke Bursa Efek Indonesia dan OJK karena jumlah liabilitas turun lebih dari 20 persen dibandingkan laporan tahunan auditan terakhir, sesuai Peraturan Bursa No. 1-E. Jumlah liabilitas tercatat Rp20,43 miliar per 30 September 2026, turun 57,83 persen dari Rp48,45 miliar per akhir 2025. Manajemen menjelaskan penurunan ini terjadi karena perusahaan melunasi utang usaha kepada pemasok dan membayar utang bank sepanjang Januari hingga September 2026. Utang usaha pihak ketiga turun dari Rp28,61 miliar menjadi Rp16,69 miliar, dan utang bank jangka pendek turun dari Rp13,09 miliar menjadi Rp1,35 miliar. Jumlah aset ikut turun 12,31 persen menjadi Rp227,59 miliar.

Arus kas dari aktivitas operasi justru naik menjadi Rp8,15 miliar, tapi kas perusahaan tergerus oleh dua aktivitas lain. Pada sisi pendanaan, perusahaan membayar kembali pinjaman bank senilai Rp16,74 miliar dan membeli kembali saham sendiri atau saham treasuri senilai Rp11,99 miliar, yang untuk pertama kalinya muncul di laporan keuangan perusahaan sejak mencatatkan saham di bursa pada Juli 2025. Akibatnya, kas dan setara kas perusahaan turun dari Rp68,83 miliar di akhir 2025 menjadi Rp32,78 miliar per 30 September 2026, berkurang hampir separuh.