Petrosea Tbk (PTRO) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim teraudit untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia melalui surat No. CORSEC/L/2026/IX-0128 tertanggal 17 September 2026 yang ditandatangani Direktur Ruddy Santoso. Auditor KAP Liana Ramon Xenia & Rekan dengan partner penanggung jawab Kasman memberikan opini wajar tanpa modifikasian, dengan satu hal audit utama yaitu cadangan kerugian kredit ekspektasian atas piutang usaha.
Pendapatan konsolidasian Petrosea mencapai US$543,98 juta pada semester I 2026, naik 59,6 persen dari US$340,94 juta pada periode sama tahun lalu. Namun laba kotor nyaris stagnan di US$47,03 juta dari US$48,30 juta, sehingga margin kotor turun dari sekitar 14,2 persen menjadi 8,6 persen karena beban usaha langsung tumbuh lebih cepat dari pendapatan. Beban bunga dan keuangan melonjak 60,9 persen menjadi US$33,43 juta dari US$20,78 juta, sejalan dengan kenaikan pinjaman bank jangka pendek dari US$33,57 juta menjadi US$63,23 juta. Akibatnya, laba dari operasi yang dilanjutkan turun menjadi US$1,55 juta dari US$4,13 juta pada periode sama tahun lalu.
Laba bersih total periode berjalan justru melonjak menjadi US$9,17 juta dari US$1,29 juta, tetapi kenaikan itu terutama ditopang laba US$7,62 juta dari operasi yang dihentikan, berbalik dari rugi US$2,84 juta pada semester I 2025. Sejalan dengan itu, nilai goodwill perusahaan turun dari US$21,40 juta menjadi US$2,41 juta dan aset tak berwujud dari US$134,25 juta menjadi US$60,09 juta, mengindikasikan pelepasan sebagian unit usaha. Total ekuitas naik menjadi US$321,29 juta dari US$307,46 juta, didorong antara lain oleh setoran modal dari kepentingan nonpengendali di anak usaha senilai US$16,01 juta. Arus kas dari aktivitas operasi berbalik positif US$27,08 juta, dari sebelumnya minus US$57,65 juta pada semester I 2025, seiring penerimaan kas dari pelanggan yang naik menjadi US$528,06 juta.
Laba per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan turun menjadi US$0,0003 dari US$0,0004 pada periode sama tahun lalu, sementara dari operasi yang dihentikan berbalik menjadi US$0,0008 dari rugi US$0,0003, dihitung berdasarkan jumlah saham setelah stock split yang berlaku efektif 7 Januari 2025.
