Lobster Budi Daya Batam Ekspor Perdana ke Singapura
Sebanyak 339,5 kilogram lobster budi daya asal Batam terjual ke Singapura, dan KKP menyiapkan perluasan model budi daya ke Situbondo dan Lombok.
14 September 2026Sumber: Siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan
Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengumumkan hasil uji coba budi daya lobster di Batam, Kepulauan Riau, sudah menembus pasar ekspor Singapura. Menurut KKP, ini menjadi bukti bahwa lobster yang dibesarkan dari benih hingga ukuran siap konsumsi di dalam negeri bisa memenuhi standar pasar luar negeri, tidak hanya mengandalkan hasil tangkapan alam yang selama ini jadi andalan ekspor lobster Indonesia.
Sebanyak 339,5 kilogram lobster dari model budi daya Batam telah terjual ke Singapura, dan menurut KKP responsnya positif. Kementerian menargetkan pengiriman berikutnya berlangsung pada November mendatang. Setelah Batam yang mewakili kawasan barat Indonesia, KKP berencana membangun fasilitas serupa di Situbondo untuk kawasan tengah, sementara Lombok dan Nusa Tenggara Barat disiapkan mewakili kawasan timur.
Angka BPSNilai ekspor
26,2 miliar US$Juli 2026
Nilai barang yang dijual Indonesia ke luar negeri. Naik 0,76 miliar US$ dibanding Juni 2026. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (24.007,8).
Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Ekspor. Diolah The Signal.
Pengembangan budi daya lobster di Batam turut membuka peluang bagi masyarakat sekitar, khususnya penyedia kekerangan yang menjadi salah satu sumber pakan lobster. KKP menyebut pola ini berpotensi membentuk rantai usaha yang melibatkan pembudidaya, pemasok pakan, dan pelaku usaha lain di sekitar lokasi budi daya.
Sugianto, eksportir kepiting dan lobster ke Singapura dan Tiongkok, menilai kualitas lobster budi daya Batam cukup baik setelah menjalani uji pasar sebelum panen dalam skala lebih besar. Ia menyebut kondisi lobster tetap segar sampai di tempat penampungan maupun saat diuji kirim ke Singapura. Menurutnya, budi daya memberi keuntungan tambahan berupa pasokan yang lebih terukur dibandingkan mengandalkan hasil tangkapan dari alam.
Foto dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, dipakai sebagai dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari siaran pers resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan. Angka dan ketentuan mengikuti dokumen aslinya; klaim yang belum terverifikasi ditulis sebagai pernyataan lembaga, bukan fakta.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.