PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menyampaikan laporan keuangan interim yang belum diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 kepada Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan pada Selasa, 27 Oktober 2026. Perusahaan kimia dasar yang menaungi belasan anak usaha produsen bahan kimia dan jasa logistik ini mencatat pendapatan Rp8,2 triliun, naik 27,6 persen dibandingkan Rp6,42 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba kotor ikut terkerek dari Rp1,01 triliun menjadi Rp1,52 triliun, sementara laba usaha melonjak dari Rp307,7 miliar menjadi Rp558,8 miliar.

Kenaikan itu berlanjut sampai baris akhir. Laba periode berjalan tercatat Rp276,1 miliar, hampir dua kali lipat dari Rp141,3 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Dari jumlah itu, Rp195,6 miliar menjadi bagian pemilik entitas induk, naik dari Rp119,9 miliar, sehingga laba per saham naik dari Rp80 menjadi Rp130 per lembar. Total aset perusahaan per akhir September 2026 mencapai Rp7,79 triliun, naik dari Rp6,68 triliun pada akhir 2025, sementara ekuitas naik dari Rp3,31 triliun menjadi Rp3,78 triliun.

Di sisi utang, utang bank jangka pendek naik dari Rp748,1 miliar menjadi Rp860,4 miliar. Yang mencolok, utang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun melonjak dari Rp135 miliar menjadi Rp419,2 miliar, karena obligasi senilai Rp282,8 miliar yang sebelumnya tercatat sebagai utang jangka panjang kini sudah masuk kategori jangka pendek. Dari sisi arus kas, aktivitas operasi menghasilkan kas bersih Rp175,6 miliar, berbalik dari defisit Rp142,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perusahaan membagikan dividen kas Rp45,4 miliar kepada pemegang saham sepanjang sembilan bulan ini, lebih kecil dari Rp65,9 miliar pada periode sebelumnya.