PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menyampaikan laporan hasil public expose tahunan kepada Bursa Efek Indonesia. Acara berlangsung Selasa, 8 September 2026, pukul 10.00 sampai 11.00 WIB, secara virtual melalui laman pubexlive.idx.co.id, dan dihadiri 73 peserta di luar manajemen serta karyawan perseroan. Materi yang dipaparkan mencakup ikhtisar perusahaan, fokus bisnis, ikhtisar keuangan, komitmen keberlanjutan, hingga sesi tanya jawab dengan investor.
Direktur Keuangan Elly Mariana Tansil menjelaskan kontribusi bisnis air terhadap pendapatan perseroan sekitar 12 persen pada semester I 2026, dan diperkirakan berada di kisaran 12 sampai 15 persen pada semester II 2026, dengan target jangka panjang di atas 15 persen. Menjawab pertanyaan soal obligasi Rp135 miliar yang jatuh tempo November 2026 di tengah kenaikan utang perseroan semester ini, Elly menyebut pelunasan akan berasal sebagian dari pinjaman bank dan sebagian dari hasil usaha tahun berjalan. Ia menambahkan bahwa kenaikan utang secara nominal sejalan dengan kebutuhan modal kerja, sementara rasio leverage perseroan justru lebih terjaga dibanding tahun sebelumnya. Soal margin laba yang sempat turun meski pendapatan naik, Elly menyebut adanya beberapa biaya non-recurring tahun ini dan menyatakan komitmen memperbaiki rasio laba bersih terhadap pendapatan lewat optimalisasi portofolio investasi, produk, dan bauran pelanggan.
Direktur Komersial Soewandhi Soekamto menjelaskan dampak pelemahan rupiah dan fluktuasi harga minyak terhadap kinerja perseroan tidak signifikan, berkat pengelolaan persediaan yang hati-hati dan strategi lindung nilai atau hedging. Dampak yang lebih terasa dari kondisi geopolitik seperti konflik AS-Iran justru pada ketersediaan pasokan dari prinsipal, yang diatasi lewat diversifikasi sumber pasokan. Untuk rencana lima tahun ke depan, Soewandhi bersama Direktur Pengelola Joshua Chandraputra Asali menyebut perseroan akan memperluas lini distribusi ke industri farmasi, mengembangkan segmen pakan ternak, memperluas manufaktur ke produk berbasis cairan di sektor makanan dan minuman, menambah prinsipal baru, serta membuka ekspansi baru di industri bahan kimia sebagai motor pertumbuhan berikutnya.
