PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menyampaikan koreksi atas laporan keuangan interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026. Pendapatan bersih perseroan tercatat Rp24,16 triliun, naik 23,4 persen dibanding Rp19,58 triliun pada semester I 2025, ditopang penjualan eceran dan grosir yang naik dari Rp18,74 triliun menjadi Rp23,26 triliun. Laba bersih periode berjalan mencapai Rp1,45 triliun, naik 26,6 persen dari Rp1,15 triliun, dengan bagian yang menjadi hak pemilik entitas induk sebesar Rp1,22 triliun, naik dari Rp964,18 miliar. Laba per saham dasar naik dari Rp58 menjadi Rp74.
Dari sisi neraca, total aset MAPI per 30 Juni 2026 mencapai Rp35,43 triliun, naik dari Rp32,82 triliun pada akhir 2025, sementara ekuitas naik dari Rp17,21 triliun menjadi Rp18,74 triliun. Kas dan setara kas justru turun dari Rp5,04 triliun menjadi Rp4,42 triliun, seiring utang bank yang melonjak 35 persen dari Rp2,87 triliun menjadi Rp3,88 triliun. Perseroan juga menempatkan uang muka akuisisi saham senilai Rp528,3 miliar serta tambahan investasi pada entitas asosiasi sebesar Rp87,5 miliar, dua pos baru yang tidak muncul pada periode sebelumnya.
Arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp1,44 triliun, lebih dari dua kali lipat dibanding Rp724,53 miliar pada semester I 2025. Arus kas investasi menyerap Rp1,65 triliun, termasuk belanja modal Rp746,55 miliar, sedangkan arus kas pendanaan menyerap Rp428,4 miliar, termasuk pembayaran dividen Rp201,56 miliar yang di antaranya Rp35,56 miliar mengalir ke pemegang kepentingan non pengendali. Laporan ditandatangani pada 8 September 2026 oleh Presiden Direktur H.B.L. Mantiri dan Direktur Sjeniwati Gusman, dengan opini wajar tanpa modifikasian dari hasil reviu terbatas.
