PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menyampaikan kepada Bursa Efek Indonesia bahwa jumlah liabilitas konsolidasian perseroan dan entitas anak per 30 September 2026 naik 23,8% dibandingkan 31 Desember 2025, dari Rp15,61 triliun menjadi Rp19,33 triliun. Dalam surat yang ditandatangani Corporate Secretary Eva Andrianie tertanggal 26 Oktober 2026, perseroan menjelaskan bahwa penyebab utama kenaikan adalah penambahan utang pembelian saham sebesar Rp1,9 triliun terkait akuisisi entitas anak baru, Sports Direct Malaysia Sdn. Bhd.

Dalam laporan posisi keuangan, utang pembelian saham tercatat Rp540,7 miliar sebagai liabilitas jangka pendek dan Rp1,37 triliun sebagai liabilitas jangka panjang, atau sekitar Rp1,91 triliun secara total, padahal pos ini nol pada akhir 2025. Sejalan dengan itu, pos goodwill dan aset tak berwujud lainnya melonjak dari Rp91,6 miliar menjadi Rp1,91 triliun, mengonfirmasi munculnya akuisisi baru tersebut. Sports Direct Malaysia Sdn. Bhd sendiri tercatat sebagai entitas anak baru dengan kepemilikan 100%, bergerak di penjualan retail di Malaysia yang sudah beroperasi sejak 2011, dengan total aset Rp1,29 triliun. Pada laporan arus kas, perseroan mencatat kas keluar Rp394,1 miliar untuk pos akuisisi entitas anak dalam aktivitas investasi.

Secara keseluruhan, total aset konsolidasi MAPI naik dari Rp32,82 triliun menjadi Rp38,75 triliun, sementara jumlah ekuitas juga bertambah dari Rp17,21 triliun menjadi Rp19,42 triliun. Dengan demikian rasio liabilitas terhadap ekuitas bergerak dari sekitar 0,91 kali menjadi hampir 1 kali. Laporan ini merupakan bagian dari penyampaian laporan keuangan interim sembilan bulan 2026 yang tidak diaudit, sebagaimana diwajibkan BEI, dan mencakup daftar 141 entitas anak beserta persentase kepemilikan dan nilai asetnya masing-masing.