Martha Tilaar, pengusaha perempuan yang membesarkan bisnis kosmetik nasional, meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026, dalam usia 89 tahun. Namanya identik dengan Sariayu dan Martha Tilaar Group, dua nama yang selama puluhan tahun menjadi rujukan produk perawatan berbasis bahan alami dan tradisi Indonesia. Kepergiannya menandai berakhirnya era kepemimpinan sang pendiri di bisnis yang kini sudah menjelma menjadi grup usaha besar, termasuk perusahaan terbuka PT Martina Berto Tbk.
Perjalanan Martha dimulai jauh sebelum nama besar itu terbentuk. Lahir di Gombong, Jawa Tengah, pada 4 September 1937, ia lebih dulu berprofesi sebagai guru sebelum mengikuti suaminya, Henry A. Rudolf Tilaar, pindah ke Amerika Serikat pada 1964. Di sana ia menimba ilmu kecantikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, dan sempat bekerja tiga tahun di salon kecantikan kampus Universitas Indiana sebelum pulang ke Indonesia pada 1969.
Bermodal pengalaman itu, Martha mendirikan Martha's Salon pada 3 Januari 1970 di Jalan Kusumaatmadja, Menteng, Jakarta Pusat. Usaha itu ia rintis di garasi rumah ayahnya seluas sekitar 4 x 6 meter, dengan modal awal hanya Rp1 juta. Dari ruang sederhana itu, ia mengembangkan racikan berbasis kekayaan alam dan pengetahuan kecantikan tradisional Indonesia, yang kemudian dikenal luas lewat merek Sariayu.
Usaha itu terus berkembang di tengah gencarnya produk kecantikan impor, hingga akhirnya membesar menjadi Martha Tilaar Group yang menaungi berbagai merek kosmetik dan perawatan tubuh. Kiprah itulah yang membuat Martha dikenang sebagai salah satu perintis industri kecantikan berbasis kearifan lokal di Indonesia.
