Merck Tbk (MERK) menyampaikan materi Public Expose Tahunan ke Bursa Efek Indonesia pada 5 Oktober 2026, menjelang acara paparan publik yang digelar Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 10.30 sampai 12.00 WIB di kantor perusahaan di Jalan TB Simatupang No. 8, Pasar Rebo, Jakarta Timur, dan dihadiri jajaran direksi. Materi ini menjabarkan lebih detail keterbukaan informasi yang sudah diumumkan perusahaan pada 24 September 2026 soal pembukuan beban penurunan nilai aset atau impairment di pabrik Pasar Rebo.
Impairment senilai Rp87 miliar itu dibukukan karena Manufacturing Service Agreement dengan Procter & Gamble (P&G), yang terakhir diperbarui 1 September 2026 dan akan berakhir 31 Desember 2027, memasuki periode terakhirnya. Produk P&G menyumbang sekitar 80 persen dari volume produksi pabrik Pasar Rebo saat ini. Perusahaan mencatat beban ini pada September 2026 agar tercermin di laporan keuangan kuartal III 2026, dan menyebut risiko penyesuaian nilai aset ini sebenarnya sudah diungkapkan dalam Laporan Tahunan 2024 dan 2025. Latar belakangnya, pabrik ini pernah direnovasi besar pada 2015-2018 untuk target produksi dua miliar tablet, sebelum Merck Group melepas bisnis Consumer Health pada 2018 yang menekan utilisasi kapasitas pabrik.
Di sisi kinerja, laba bersih Merck pada semester I 2026 tumbuh 396 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, hampir empat kali lipat. Rasio utang terhadap modal sendiri tercatat 0,27 kali, rasio lancar 5 kali, return on assets 9,10 persen, dan return on equity 11,59 persen. Perusahaan juga menyebut mempertahankan posisi pemimpin pasar di semua area terapi utamanya: tiroid (Euthyrox, Thyrozol), kardiovaskular (Concor), diabetes (Glucophage, Glucovance), multiple sclerosis (Mavenclad, Rebif), kesuburan (Pergoveris, Gonal-f), hormon pertumbuhan (Saizen), dan onkologi (Erbitux), dengan pertumbuhan penjualan Merck 7,7 persen dibanding pertumbuhan pasar ethical 6,5 persen dan pasar total 6,2 persen, serta peringkat kedelapan di antara perusahaan farmasi multinasional.
Untuk langkah ke depan setelah kontrak P&G berakhir, Merck menyebut akan memfokuskan pabrik Pasar Rebo untuk produksi obat resep serta memperluas ekspor produk seperti Glucophage XR, Glucophage IR, Glucovance, dan Concor ke Filipina pada 2026, lalu ke Hong Kong, Singapura, Brunei, Malaysia, dan Thailand pada 2027-2029. Sekitar 60 persen penjualan Healthcare perusahaan berasal dari impor produk bioteknologi jadi, sementara 40 persen dari produksi sendiri. Di jalur obat baru, perusahaan tengah memproses peluncuran TEPMETKO untuk kanker paru, mengakselerasi penjualan Bavencio dan Mavenclad, serta masih menunggu keputusan business case untuk memasarkan portofolio tumor langka hasil akuisisi SpringWorks oleh Merck KGaA pada 1 Juli 2025.
