PT Merck Tbk (MERK) mencatat penjualan Rp989,11 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, naik 21,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp814,11 miliar. Laba bruto perusahaan naik tipis 5 persen menjadi Rp292,82 miliar, sementara laba usaha tumbuh 6,6 persen menjadi Rp137,82 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan naik lebih besar lagi, 15 persen, menjadi Rp153,70 miliar dari Rp133,59 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Namun laba bersih periode berjalan justru turun 5,3 persen menjadi Rp96,72 miliar dari Rp102,10 miliar, karena beban pajak kini yang dibayarkan perusahaan melonjak dari Rp30,90 miliar menjadi Rp57,38 miliar. Akibatnya, laba bersih per saham dasar turun dari Rp228 menjadi Rp216. Di sisi arus kas, kinerja operasional perusahaan justru membaik, arus kas bersih dari aktivitas operasi naik 40 persen menjadi Rp249,33 miliar, didorong oleh penerimaan kas dari pelanggan yang naik dari Rp798,45 miliar menjadi Rp1,07 triliun.

Merck membagikan dividen tunai Rp123,2 miliar sepanjang sembilan bulan ini, lebih besar dari laba bersih periode yang sama, sehingga ekuitas perusahaan menyusut dari Rp975,71 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp949,23 miliar pada akhir September 2026. Meski ekuitas mengecil, posisi kas perusahaan justru bertambah menjadi Rp465,12 miliar dari Rp363,85 miliar pada awal tahun. Jumlah karyawan Merck juga tercatat turun dari 364 orang pada akhir 2025 menjadi 331 orang pada akhir September 2026.