MERK: Penjualan Naik 21,5%, Laba Turun Kena Pajak Besar
Merck Tbk mencatat penjualan Rp989,1 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, naik 21,5 persen, namun laba bersih turun 5,3 persen menjadi Rp96,7 miliar akibat beban pajak yang melonjak.
30 Oktober 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Merck Tbk (MERK) mencatat penjualan Rp989,11 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, naik 21,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp814,11 miliar. Laba bruto perusahaan naik tipis 5 persen menjadi Rp292,82 miliar, sementara laba usaha tumbuh 6,6 persen menjadi Rp137,82 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan naik lebih besar lagi, 15 persen, menjadi Rp153,70 miliar dari Rp133,59 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Namun laba bersih periode berjalan justru turun 5,3 persen menjadi Rp96,72 miliar dari Rp102,10 miliar, karena beban pajak kini yang dibayarkan perusahaan melonjak dari Rp30,90 miliar menjadi Rp57,38 miliar. Akibatnya, laba bersih per saham dasar turun dari Rp228 menjadi Rp216. Di sisi arus kas, kinerja operasional perusahaan justru membaik, arus kas bersih dari aktivitas operasi naik 40 persen menjadi Rp249,33 miliar, didorong oleh penerimaan kas dari pelanggan yang naik dari Rp798,45 miliar menjadi Rp1,07 triliun.
Merck membagikan dividen tunai Rp123,2 miliar sepanjang sembilan bulan ini, lebih besar dari laba bersih periode yang sama, sehingga ekuitas perusahaan menyusut dari Rp975,71 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp949,23 miliar pada akhir September 2026. Meski ekuitas mengecil, posisi kas perusahaan justru bertambah menjadi Rp465,12 miliar dari Rp363,85 miliar pada awal tahun. Jumlah karyawan Merck juga tercatat turun dari 364 orang pada akhir 2025 menjadi 331 orang pada akhir September 2026.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal MERK? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.