PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) menggelar paparan publik insidentil secara daring pada Rabu, 16 September 2026 pukul 14.00 hingga 15.00 WIB, sebagai tindak lanjut dari paparan publik sebelumnya pada 15 September 2026. Acara dihadiri Direktur Utama Ahmad Zulfikar dan Direktur sekaligus Corporate Secretary Putra Harianto Bate'e, dengan 13 peserta eksternal dari kalangan analis dan investor. Agenda mencakup perkembangan kinerja dan operasional terkini, ringkasan laporan keuangan terakhir, serta rencana usaha Perseroan dan anak perusahaan ke depan.
Dalam sesi tanya jawab, manajemen menegaskan bahwa seluruh rangkaian transaksi, yakni pengambilalihan NAC dan NGC, divestasi 13 perusahaan anak beserta pengalihan aset dan kewajibannya, dan rencana penawaran umum terbatas atau PMHMETD I, telah disetujui pemegang saham dalam RUPSLB dan RUPS Independen pada 7 September 2026. Manajemen juga mengonfirmasi bahwa akuisisi NAC dan NGC merupakan transaksi afiliasi karena Perseroan, NAC, dan NGC berada di bawah pengendali yang sama, yaitu PT Nextier Datamate Center. Total kapasitas data center dari NAC dan NGC mencapai 102 megawatt, dengan rencana tambahan 96 megawatt di Jababeka dan Batang, yang pendanaannya berasal dari dana hasil PMHMETD I senilai Rp2,54 triliun ditambah sumber lain termasuk dukungan pemegang saham dan fasilitas pendanaan bertahap.
Soal kondisi keuangan, manajemen memaparkan posisi per 30 Juni 2026 dibandingkan 31 Desember 2025, yakni sebelum transaksi akuisisi dan perubahan kegiatan usaha dijalankan: total aset turun 2,06 persen, total liabilitas naik 16,86 persen, dan total ekuitas turun 10,88 persen. Manajemen berdalih penurunan pendapatan 74,56 persen dan kerugian neto yang sebelumnya diungkap tidak mencerminkan bisnis Perseroan ke depan, karena berasal dari 13 anak usaha lama yang sudah dilepas, dan kontribusi bisnis data center dari NAC dan NGC baru akan terlihat secara bertahap seiring beroperasinya kapasitas baru.
