PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) menawarkan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) sebanyak-banyaknya 285.732.512 saham baru dengan nilai nominal Rp20 per saham. Setiap pemegang 100 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 6 November 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 15 hak, dan setiap hak dapat ditukar dengan satu saham baru seharga Rp8.880 per saham. Jika seluruh hak dilaksanakan, perseroan akan menerima dana sebanyak-banyaknya Rp2,54 triliun, sementara pemegang saham yang tidak ikut serta akan terdilusi kepemilikannya maksimum 13,04 persen.

Dalam prospektus ringkas, perseroan merinci penggunaan dana hasil penerbitan saham baru ini untuk empat keperluan. Sekitar Rp668,6 miliar dipakai mengambil alih piutang PT Nextier Datamate Center (NDC), pemegang saham utama perseroan, kepada dua anak usaha yaitu NAC sebesar Rp668,4 miliar dan NGC sebesar Rp160 juta, melalui pengalihan piutang (cessie) yang perjanjiannya akan ditandatangani paling lambat 31 Desember 2026. Sekitar Rp900 miliar lagi dipakai membayar sebagian pokok pinjaman perseroan kepada NDC, pinjaman yang sebelumnya menjadi pendanaan sementara untuk setoran modal dan pembayaran kontraktor anak usaha, dengan tujuan mengurangi beban bunga. Sisanya, sekitar Rp800 miliar, disetorkan sebagai modal ke anak usaha, yaitu Rp500 miliar ke NGC untuk pembangunan pusat data berkapasitas 60 megawatt di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, dan Rp300 miliar ke NAC untuk menambah kapasitas 36 megawatt di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, sesuai kontrak EPCC dengan PT CSCEC International Indonesia. Dana yang tersisa akan dipakai sebagai modal kerja operasional hingga kuartal IV 2028.

NDC, yang menguasai 62,71 persen saham perseroan, telah menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya sebanyak 179.175.000 unit senilai Rp1,59 triliun secara tunai, dibuktikan dengan surat dari PT Bank CTBC Indonesia tertanggal 15 Oktober 2026. Jika NDC menggunakan seluruh haknya sementara pemegang saham publik sama sekali tidak ikut, porsi kepemilikan NDC akan naik menjadi 65,91 persen dan publik turun menjadi 34,09 persen. Perseroan tidak menunjuk pembeli siaga, sehingga tidak ada pihak yang wajib membeli sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang hak. Masa perdagangan dan pelaksanaan hak berlangsung pada 10 hingga 23 November 2026, dengan distribusi saham baru pada 12 hingga 25 November 2026.