PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, yang telah diaudit oleh KAP Gideon Adi dan Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian. Auditor tetap menyelipkan paragraf penekanan mengenai evaluasi nilai realisasi bersih persediaan dan nilai tercatat aset tetap, serta mencatat tiga hal audit utama. Laporan ditandatangani Direktur Utama Jefri Junaedi pada 21 Agustus 2026.
Total aset MKNT melonjak jadi Rp1,45 triliun per 30 Juni 2026, dari Rp826,09 miliar pada akhir 2025, setelah perseroan resmi mengonsolidasikan dua anak usaha baru: PT Citra Baru Steel (CBS), pedagang baja di Serang dengan kepemilikan 99,99 persen dan aset Rp1,24 triliun, serta PT Radja Udang Malingping (RUM), usaha peternakan udang di Serang dengan kepemilikan 99,99 persen dan aset Rp160,1 miliar. Sebelumnya kedua investasi ini hanya tercatat sebagai uang muka penyertaan saham senilai Rp822,93 miliar dengan metode ekuitas. Sejak konsolidasi penuh berlaku, muncul pos-pos baru di neraca seperti kas Rp22,11 miliar (dari sebelumnya cuma Rp4,3 juta), persediaan Rp649,26 miliar, piutang usaha Rp107,19 miliar, dan goodwill Rp52,92 miliar dari selisih harga akuisisi kedua perusahaan.
Konsolidasi ini juga menambah beban di sisi liabilitas: utang bank jangka pendek Rp281,56 miliar dan utang usaha Rp152,15 miliar baru muncul, sehingga total liabilitas naik jadi Rp1,47 triliun dari Rp833,44 miliar. Karena kenaikan liabilitas lebih besar dari kenaikan aset, ekuitas perusahaan yang sudah negatif Rp7,35 miliar per akhir 2025 makin dalam menjadi negatif Rp13,66 miliar per 30 Juni 2026. Perseroan juga masih membukukan rugi bersih Rp4,14 miliar pada semester I 2026, melebar dari rugi Rp2,66 miliar pada periode sama tahun lalu, dengan rugi per saham naik dari Rp0,48 menjadi Rp0,75. Penjualan bersih memang melonjak jadi Rp75,88 miliar dari Rp1,15 miliar berkat kontribusi CBS dan RUM, tapi beban pokok penjualan dan beban lain ikut naik sehingga perusahaan tetap merugi.
