Koreksi keterbukaan informasi menyebut PT Headwell Bintang Energi Hijau bakal menguasai 64,9 persen saham MKNT lewat penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu senilai Rp1,02 triliun.
22 September 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) mengoreksi keterbukaan informasi tentang rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) yang sebelumnya disampaikan pada 22 September 2026. Merujuk pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 14 September 2026, perseroan akan menerbitkan 1.024.490.000.000 saham baru seri B dengan nilai nominal Rp1 per saham, setara dengan sebanyak-banyaknya 99,46 persen dari total saham perseroan setelah transaksi ini rampung.
Saham baru tersebut akan diserap oleh tujuh pihak. PT Headwell Bintang Energi Hijau mendapat porsi terbesar dengan 668.000.000.000 saham, disusul PT Mantra Capital Persadan dengan 156.490.000.000 saham. Sisanya dibagi ke lima pihak perorangan: Suripto sebanyak 50.000.000.000 saham, Jhon Veter Firdaus sebanyak 50.000.000.000 saham, Antony Lesmana sebanyak 50.000.000.000 saham, Daniel Tejakusuma sebanyak 25.000.000.000 saham, dan Rossa Lina sebanyak 25.000.000.000 saham. Dengan alokasi ini, PT Headwell Bintang Energi Hijau akan menguasai sekitar 64,9 persen dari total saham MKNT setelah penambahan modal, menjadikannya pemegang saham mayoritas baru perseroan.
Setelah aksi ini, modal ditempatkan dan disetor perseroan akan naik dari Rp110 miliar menjadi Rp1.134.490.000.000. Jumlah saham beredar bertambah dari 5,5 miliar menjadi 1.029.990.000.000 lembar, yang berarti porsi kepemilikan pemegang saham lama akan tergerus dari semula 100 persen menjadi sekitar 0,53 persen jika mereka tidak ikut menambah kepemilikan. Perseroan menyatakan penerbitan saham baru ini bertujuan memperbaiki posisi keuangan perusahaan. Jadwalnya, saham baru diterbitkan dan disetor pada 30 September 2026, dicatatkan di bursa pada 1 Oktober 2026, dan hasil pelaksanaannya diumumkan pada 2 Oktober 2026.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal MKNT? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.