PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) mengumumkan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) setelah mendapat restu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 September 2026. Perseroan akan menerbitkan 1.024.490.000.000 saham seri B baru dengan nilai nominal dan harga pelaksanaan yang sama, yaitu Rp1 per saham, sehingga total dana yang masuk ke perseroan mencapai Rp1,02 triliun. Jumlah saham beredar akan melonjak dari 5,5 miliar lembar menjadi sekitar 1,03 triliun lembar, dan modal ditempatkan serta disetor penuh perseroan naik dari Rp110 miliar menjadi Rp1,134 triliun.

Saham baru itu akan diserap oleh tujuh pihak. PT Headwell Bintang Energi Hijau mengambil porsi terbesar, yaitu 668 miliar lembar, setara sekitar 64,9 persen dari total saham perseroan setelah transaksi selesai. Disusul PT Mantra Capital Persadan dengan 156,49 miliar lembar, lalu Suripto dan Antony Lesmana masing-masing 50 miliar lembar, serta Daniel Tejakusuma, Rossa Lina, dan Jhon Veter Firdaus masing-masing 25 miliar lembar. Dengan komposisi ini, porsi kepemilikan pemegang saham lama akan tersisa sekitar 0,53 persen dari seluruh saham perseroan.

Perseroan menyatakan penerbitan saham baru ini ditujukan untuk perbaikan posisi keuangan dan memperkuat struktur permodalan. Jadwalnya, penerbitan dan penyetoran saham baru dilakukan pada 30 September 2026, pencatatan saham baru hasil PMTHMETD di Bursa Efek Indonesia pada 1 Oktober 2026, dan pengumuman hasil pelaksanaan pada 2 Oktober 2026. Rencana ini menyusul RUPSLB yang juga mengganti seluruh jajaran direksi dan komisaris perseroan pada tanggal yang sama.