Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia setelah diminta mengklarifikasi pemberitaan media yang menyebut perseroan melepas iNews Group ke entitas yang disebut terkait industri pertahanan bernama Republikorp. Dalam surat bernomor 052-BEI/MNC-CS/INT/IX/2026 yang diteken Corporate Secretary Cahyarina A. Asri, MNCN membenarkan bahwa pada Senin, 14 September 2026, perseroan menandatangani Perjanjian Kerja Sama Strategis dan Perjanjian Usaha Patungan dengan PT Republik Media Anak Bangsa (RMAB). Kedua perjanjian itu disebut bersifat mengikat dan bukan sekadar nota kesepahaman. Objek kerja samanya adalah PT IMG Media Network (IMG), perusahaan induk yang menaungi bisnis televisi, radio, portal berita, dan platform digital di bawah payung iNews Media Group, termasuk anak usaha PT MNC Televisi Network, PT MNC Multimedia Network, dan IDX Channel.
Meski perjanjian sudah mengikat, MNCN menyatakan nilai transaksi, dasar penentuan harga, serta mekanisme dan jadwal pembayaran baru akan ditentukan para pihak saat transaksi benar-benar selesai (closing). Transaksi diklaim tidak melibatkan pihak berafiliasi dengan perseroan, pemegang saham pengendali, direksi, maupun komisaris, baik dengan RMAB, Republikorp Group, maupun PT Sinergi Terang Abadi (STA). Karena nilainya diperkirakan di bawah 20 persen dari ekuitas konsolidasian perseroan per 30 Juni 2026 yang tercatat Rp23,45 triliun, MNCN menilai transaksi ini bukan transaksi material menurut aturan OJK sehingga tidak memerlukan penilaian independen dari Kantor Jasa Penilai Publik. Perseroan juga belum bisa memastikan apakah masih akan menjadi pengendali IMG setelah transaksi rampung, karena proses masih menunggu sejumlah syarat pendahuluan berupa persetujuan korporasi masing-masing pihak, penandatanganan akta notaris, dan persetujuan dari lembaga berwenang. MNCN menargetkan seluruh proses ini selesai pada akhir September 2026.
Soal seberapa besar dampaknya, MNCN membeberkan bahwa IMG beserta anak usahanya menyumbang 3,99 persen dari total pendapatan konsolidasian, 1,03 persen dari laba bersih, 8,84 persen dari total aset, dan 19,94 persen dari total liabilitas perseroan per 30 Juni 2026. Dana yang bakal diterima perseroan dari kerja sama ini, jika ada, rencananya dipakai untuk mendukung pengembangan bisnis digital, sejalan dengan rencana strategis yang sudah disampaikan dalam RUPST 25 Juni 2026. MNCN menegaskan masih akan tetap memiliki pengaruh dan manfaat dari kerja sama ini, serta menyatakan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan ke publik.
